WartaParahyangan.com
CIANJUR – Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Cianjur atas terselenggaranya pelatihan pelatihan pangkas rambut bagi para santri.
“Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam membekali para santri dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk mandiri dan berwirausaha di masa depan,” ujar dr. Wahyu saat membuka kegiatan Pelatihan Pangkas Rambut bagi santri pondok pesantren se-Kabupaten Cianjur, di Aula PC NU Kabupaten Cianjur, Minggu (21/6/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti 100 santri itu, hadir antara lain Kabid Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat H. Ahmad Sukri, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kabupaten Cianjur H. Aris Raya, dan jajaran pengurus PC NU Kabupaten Cianjur.
Menurut Bupati, penguasaan keterampilan praktis sangat penting untuk mendukung peran santri dalam menghadapi perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan.
Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta, agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menimba ilmu dan pengalaman dari para instruktur.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tanfidziah PC NU Kabupaten Cianjur H. Muhamad Ihsan, SE, mengungkapkan, melalu kegiatan pelatihan pangkas rambut tersebut pihaknya berharap para santri tidak hanya memiliki bekal ilmu keagamaan, tapi juga keterampilan yang dapat menjadi modal untuk mandiri dan berkarya di tengah masyarakat.
Hal senada disampaikan Kabid Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat H. Ahmad Sukri. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Cianjur terhadap pengembangan pesantren melalui berbagai program pemberdayaan para santri.
“Pelatihan keterampilan seperti pangkas rambut ini merupakan langkah strategis untuk membekali santri dengan kemampuan yang bermanfaat serta membuka peluang kemandirian ekonomi para santri di masa depan,” ujar Ahmad Sukri.
Diharapkan melalui kegiatan tersebut akan lahir santri-santri yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga keterampilan yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Asep R. Rasyid

















