
WARTAPARAHYANGAN.COM
BANDUNG – Acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Bandung yang digelar di Hotel Grand Sunshine Resort & Convention Soreang, Selasa (15/3/22), terlihat menjadi semarak. Pasalnya, pada perhelatan itu, beberapa pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) dari beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung terlihat memamerkan hasil produk olahan UMKM mereka di stand yang disediakan penyelenggara.
Sedikitnya ada 5 pelaku UMKM dari kecamatan yang berbeda, memamerkan karyanya. Salah satunya UKM ‘Kolekulaku’ dari Kecamatan Margahayu,
Menurut Wina Setiawati, produsen olahan kolak ini ada 13 varian, ada candil sumsum original, pisang, bubur pacar Cina, ada Doko-doko, Ini ungu isi kelapa manis, singkong Tailand, ada Bongko dari Hunkue, ada kolang kaling, sagu ambon, dan labu.
Wina mengaku, ia bersama ke 5 pelaku UKM berada di acara tersebut karena difasilitasi Disperindag yang membina para pelaku UKM tersebut.
Bukan saat itu saja Wina dan rekan pelaku UKM lainnya memamerkan produk olahan, tetapi hampir setiap ada acara yang melibatkan Disperindag, Wina suka diajak dinas menampilkan produk. Seperti di Gedong Sabilulungan, Dome, dan di event lainnya.
Selain di event Pemerintah Kabupaten Bandung, Wina juga melayani order pasar.
Apa lagi di Ramadan, kuliner seperti ini menjadi menu favorit, Wina sebagai pelaku UKM dari Margahayu ini memasarkan produknya di offline Taman Kopo III, dan ada juga lapak online-nya.
Alamat IG @kolakulaku, WA 081321753124, grabfood dan gofood.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Bandung, H. Dicky Anugerah mengatakan, kegiatan
Disperindag Kabupaten Bandung di masa pandemi Covid-19 ini, melakukan beberapa upaya pemulihan ekonomi. Salah satunya adalah kita mengadakan kegiatan gelar produk IKM Kabupaten Bandung dengan jumlah IKM secara keseluruhan ada lebih dari 7 ribu, yang tersebar ditiap Kecamatan.
” Kegiatan Gelar Produk IKM ini diadakan demi menumbuhkan produksi IKM Kabupaten Bandung di masa pandemi Covid-19. Selain itu melalui kegiatan Gelar Porduk IKM, Disperindag Kabupaten berperan aktif agar produk IKM bisa berdaya saing tinggi agar bisa diterima pasar global” Imbuhnya.
Salah satu cara agar IKM bisa bertahan ditengah kondisi pandemi Covid 19 adalah dengan memanfaatkan sistem online untuk proses penjualannya, contohnya melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat.
“Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, penjualan mereka sudah mulai ke online, mereka memanfaatkan whatsapp dan instagram,” pungkas Dicky.
Lily Setiadarma