Resmikan Gedung Dekranasda, Wali Kota Sukabumi Tekankan Penguatan Sektor Kerajinan dan Ekonomi Kreatif

WartaParahyangan.com

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki meresmikan Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sukabumi yang berlokasi di Jalan Kenari, Kecamatan Cikole, Selasa (10/02/226).

Hadir dalam peresmian itu, Ketua Dekranasda Kota Sukabumi Ranti Rachmatillah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda, unsur Forkopimda Kota Sukabumi, serta perwakilan Dekranasda Provinsi Jawa Barat.

Peresmian gedung tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan sektor kerajinan dan ekonomi kreatif di Kota Sukabumi. Untuk pertama kalinya, Dekranasda Kota Sukabumi memiliki gedung representatif yang dibangun secara khusus sebagai pusat aktivitas, pembinaan, dan promosi para pengrajin lokal.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, pembangunan Gedung Dekranasda merupakan kebutuhan mendesak yang akhirnya dapat diwujudkan berkat kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen di Kota Sukabumi. Ia menekankan bahwa seluruh anggaran pembangunan gedung tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ayep menjelaskan, PAD tersebut berasal dari pajak daerah dan retribusi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Gedung Dekranasda menjadi bukti nyata bahwa kontribusi masyarakat melalui pajak dapat kembali dirasakan dalam bentuk fasilitas publik dan penguatan ekonomi lokal.

“Insha Allah ke depannya pajak daerah dan retribusi juga akan membangun yang lain-lainnya, termasuk jalan. Saya minta waktu dan kesabarannya, kita akan berikhtiar yang terbaik,” ujar Ayep.

Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menyampaikan bahwa peresmian Gedung Dekranasda tidak sekadar menambah sarana fisik, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan serta melestarikan kearifan lokal.

Ia menilai, Dekranasda memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan, promosi, dan pengembangan kreativitas para pengrajin. Karena itu, DPRD Kota Sukabumi mendukung penuh keberadaan gedung ini sebagai pusat aktivitas, etalase produk, sekaligus ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Penguatan sektor UMKM dan industri kreatif merupakan investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Sukabumi Ranti Rachmatillah berharap Gedung Dekranasda dapat menjadi “rumah besar” bagi seluruh pengrajin di Kota Sukabumi. Ia menekankan pentingnya menjadikan gedung tersebut sebagai pusat promosi sekaligus penguatan identitas kerajinan lokal.

“Mudah-mudahan ke depannya Dekranasda ini menjadi rumah untuk semua pengrajin yang ada di Kota Sukabumi. Kita harus memperkenalkan kepada daerah lain bahwa kita memiliki para pengrajin yang luar biasa,” ujar Ranti.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pendataan yang dilakukan pada Desember 2025, terdapat lebih dari 200 pengrajin di Kota Sukabumi. Namun demikian, data tersebut masih memerlukan proses kurasi agar kualitas dan daya saing produk dapat terus ditingkatkan.

“Dominasinya memang batik, kerajinan batu, dan boneka. Tapi ke depan semuanya harus dikurasi agar kualitasnya semakin baik dan siap dipromosikan secara luas,” katanya.

Jenal

Leave a Reply