WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Nengkelan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, menggelar Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang dipusatkan di halaman kantor desa setempat, Rabu (19/8/2026).
Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai memadati lokasi dengan mengenakan berbagai atribut bernuansa merah putih.
Selain warga, kegiatan ini juga melibatkan pelajar serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga peringatan kemerdekaan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu momentum kebersamaan.
Rangkaian acara diawali dengan jalan santai. Ribuan warga dari berbagai kelompok usia kemudian mengikuti rute yang telah disiapkan panitia.
Peserta memulai perjalanan dari depan Kantor Desa Nengkelan, kemudian menyusuri kawasan Kampung Ngamprah dan Kampung Cisegok sebelum kembali menuju titik awal.
Sepanjang rute, warga terlihat antusias mengikuti kegiatan. Sementara itu, suasana kebersamaan semakin terasa melalui partisipasi masyarakat dari RW 1 hingga RW 13.

Usai jalan santai, panitia melanjutkan kegiatan dengan senam dan hiburan rakyat. Pemdes Nengkelan juga menyediakan sejumlah doorprize serta hadiah bagi peserta.
Kepala Desa Nengkelan, H. U. Saefuloh, mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di desanya berlangsung melalui sejumlah tahapan kegiatan, diawali dengan berbagai perlombaan seperti futsal, cerdas cermat, senam, dan lomba baca puisi.
“Alhamdulillah, tahapan demi tahapan sudah dilalui. Dari awal perlombaan futsal, kegiatan cerdas cermat, senam, baca puisi, dan sekarang tanggal 19 kami mengadakan jalan santai, senam Bedas, serta hiburan,” kata Saefuloh.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan peringatan kemerdekaan tahun ini.
“Kelihatan antusias warga dari RW 1 sampai RW 13. Mereka begitu bersemangat mengadakan dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81,” ujarnya.
Ia berharap semangat tersebut terus tumbuh. Ia juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membawa Desa Nengkelan menjadi lebih maju. “Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih sukses, lebih maju, dan lebih meriah lagi,” tambahnya.
Ketua Panitia PHBN Desa Nengkelan 2026, Isep Hermawan, menyampaikan bahwa panitia menggelar sejumlah kegiatan selama momentum peringatan kemerdekaan. Seperti karnaval berlangsung pada 18 Agustus 2026, jalan santai pada 19 Agustus 2026.

Menurut Isep, seluruh kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebanyak 13 RW ikut berpartisipasi dalam berbagai agenda yang telah disusun. “Kami berterima kasih kepada warga Desa Nengkelan yang antusias mengikuti acara HUT Kemerdekaan RI ini,” katanya.
Selain itu, panitia juga menyelenggarakan berbagai perlombaan seperti pertandingan futsal, cerdas cermat, gaple, administrasi Posyandu, dan fashion show kain perca.
“Semoga Desa Nengkelan lebih jaya dan masyarakat selalu kompak dalam kegiatan-kegiatan berikutnya,” ujarnya.
Semarak peringatan kemerdekaan juga mendapat dukungan aktif dari Tim Penggerak PKK Desa Nengkelan. Ketua TP-PKK Desa Nengkelan, Hj. Lelis Kurniasih, mengatakan pihaknya mengisi momentum HUT RI ke-81 melalui kegiatan yang melibatkan sejumlah kelompok kerja (Pokja).
Pokja 1, kata Lelis, menggelar lomba cerdas cermat keagamaan. Pokja 2 menyelenggarakan lomba membaca sajak dan pasanggiri. Pokja 3 menampilkan kreativitas warga melalui fashion show berbahan kain perca, dan Pokja 4 mengadakan lomba administrasi Posyandu.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk terus meningkatkan aktivitas dan kontribusi dalam pembangunan desa.
“Kami berharap bisa lebih maju lagi dalam mengisi kemerdekaan ini. Insyaallah, kami juga akan lebih banyak beraktivitas dan mengadakan berbagai macam kegiatan,” katanya.

Kegiatan HUT RI ke-81 di Desa Nengkelan turut melibatkan mahasiswa KKN dari sejumlah perguruan tinggi. Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Syahla Syafiya, mengatakan masyarakat Desa Nengkelan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang berlangsung.
Menurutnya, mahasiswa KKN turut menyaksikan langsung semangat masyarakat dalam mengikuti jalan santai dan rangkaian hiburan. “Di desa ini antusiasnya sangat luar biasa,” kata Syahla.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan hadiah.
“Pesan kami untuk masyarakat Desa Nengkelan, mudah-mudahan selalu solid, selalu kompak, terus berdampak, dan menciptakan inovasi-inovasi yang berkelanjutan untuk desa ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan mahasiswa STAI Yamisa Soreang, Ukasah Audaturrozy. Ia mengatakan pelaksanaan KKN di Desa Nengkelan berlangsung bertepatan dengan rangkaian kegiatan masyarakat yang cukup meriah.
Menurutnya, semarak peringatan kemerdekaan terasa sejak berbagai lomba digelar. Selanjutnya, masyarakat mengikuti kegiatan 17 Agustus, karnaval pada 18 Agustus, hingga jalan santai pada 19 Agustus.

“Dari awal kami melaksanakan KKN di sini, kegiatannya sungguh sangat meriah. Terutama dari mulai 17 Agustus, kemudian 18, sampai sekarang tanggal 19,” katanya.
Ukasah berharap masyarakat tetap aktif mengikuti program dan kegiatan desa. Ia juga menilai kekompakan menjadi modal penting bagi kemajuan Desa Nengkelan. “Semoga masyarakat Desa Nengkelan selalu solid dan selalu mengikuti kegiatan yang ada di desa,” ujarnya.
Sementara itu, warga RW 08 Kampung Ngamprah, Nova Laelasari, mengaku senang dapat mengikuti gerak jalan santai dalam peringatan HUT RI ke-81. “Alhamdulillah, untuk memperingati hari kemerdekaan yang ke-81 sangat meriah. Semua warga sangat antusias mengikuti gerak jalan santai,” katanya.
Nova berharap semangat kebersamaan tidak berhenti setelah rangkaian peringatan kemerdekaan selesai. Sebaliknya, ia menginginkan kekompakan warga terus menjadi kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui rangkaian lomba, karnaval, jalan santai, senam, hiburan rakyat, hingga pembagian hadiah, Pemdes Nengkelan berupaya menghadirkan peringatan kemerdekaan yang melibatkan masyarakat secara luas.
Diharapkan kegiatan tersebut dapat memperkuat silaturahmi antarwarga, mendorong partisipasi masyarakat, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan.
Lily Setiadarma











