WartaParahyangan.com
BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dengan insan media dan influencer di wilayah Jawa Barat melalui kegiatan Media Gathering yang bertempat di Bandung sebagai upaya meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus mendorong perluasan cakupan perlindungan (coverage).
Kolaborasi dengan media diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai manfaat program, perlindungan serta komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan yang melampaui perlindungan dasar atau Value Beyond Protection.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 wartawan dan 10 influencer. Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap informasi mengenai program perlindungan dapat dikemas dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami masyarakat (Reframe), disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat ini (Relevansi), serta menjangkau masyarakat lebih luas sehingga mampu membangun kesadaran dan mendorong semakin banyak pekerja untuk mendapatkan perlindungan (Resonansi).
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan perkembangan perlindungan kepesertaan, program perlindungan, serta pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dalam memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya dari berbagai risiko yang mungkin terjadi.
Berdasarkan data per September 2026, dari potensi 129,9 juta tenaga kerja di Indonesia, baru sekitar 50,91 juta pekerja yang menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Khusus di Provinsi Jawa Barat, dari potensi 22,5 juta pekerja, baru 7,9 juta tenaga kerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi secara masif mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.
Saiful Hidayat menyampaikan kolaborasi dengan pemerintah, stakeholder, media dan influencer sangat dibutuhkan guna memperluas penyebaran informasi dan meningkatkan kesadaran pekerja, baik sektor Penerima Upah (PU) maupun Bukan Penerima Upah (BPU) akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami selalu intens bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal ini dengan Gubernur KDM. Beliau memiliki program Asuransi Aing dengan memberikan perlindungan bagi 5,4 juta pekerja informal yang tahun depan akan didaftarkan dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperluas cakupan perlindungan melalui dukungan dan komitmen pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Saiful.
BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat pelayanan melalui pendekatan 3C, yaitu Coverage, Care, dan Credibility. Coverage diwujudkan melalui perluasan cakupan perlindungan agar semakin banyak pekerja terlindungi. Care tercermin melalui kepedulian dan kemudahan akses pelayanan bagi peserta. Sementara itu, Credibility diperkuat dengan menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, informasi yang akurat, serta tata kelola yang baik.
Selain itu, melalui Value Beyond Protection, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir memberikan perlindungan saat resiko terjadi, namun juga menghadirkan nilai tambah saat tidak terjadi risiko dan setelah terjadi risiko.
Salah satu wujud nyata Value Beyond Protection melalui aspek Care adalah program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Melalui program ini, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan manfaat perlindungan kepada peserta, tetapi juga membersamai ahli waris agar mampu melanjutkan kehidupan secara mandiri setelah menerima santunan.
Program PEKA memberikan pembekalan kepada peserta maupun ahli waris terkait literasi keuangan serta pelatihan keterampilan, seperti kewirausahaan, kuliner, menjahit, barista, dan pemasaran digital.
Pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja maupun usaha bagi penerima manfaat. Dengan demikian, santunan yang diterima dapat dikelola secara bijak dan sesuai kebutuhan serta perencanaan masing-masing, serta dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha untuk membangun sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Pendekatan ini menegaskan bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti pada pembayaran manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga berupaya mendukung keberlangsungan hidup peserta dan keluarganya. Melalui Program PEKA, ahli waris diharapkan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk bangkit serta membangun kemandirian ekonomi.
Saiful menyampaikan dengan adanya media gathering ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap rekan-rekan media dan influencer dapat terus menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.
“Kami mengajak rekan-rekan media dan influencer untuk bersama menggaungkan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan agar semakin banyak pekerja, khususnya sektor BPU dan pekerja rentan, memahami manfaat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan tergerak untuk menjadi peserta. Melalui kolaborasi ini, kita dapat memperluas jangkauan perlindungan dan menghadirkan rasa aman bagi pekerja beserta keluarganya”, ujar Saiful.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat BPJS Ketenagakerjaan, Deny Yusyulian, menegaskan bahwa kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan media dan influencer sebagai bagian dari strategi komunikasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif 904 Jamsfluencer, pihaknya berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berkembang dan menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial.
“Kami berharap pertemuan ini menjadi kolaborasi yang semakin kuat dan berkelanjutan. Kami ingin membangun berjalan bersama sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan rekan media dan influencer yang konsisten, kreatif, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Karena semakin luas informasi tersampaikan, semakin besar pula peluang pekerja untuk mendapatkan perlindungan,” tutup Deny.
Lily Setiadarma











