
Wartaparahyangan.com
CIANJUR — Ajang adu ketangkasan domba di Desa Jatisari merupakan agenda bulanan yang masih bertahan di Kabupaten Cianjur sampai saat ini.
Menurut Kepala Desa Jatisari, Asep Prasida kegiatan adu ketangkasan domba tersebut secara langsung telah mengangkat giatnya pembudidayaan ternak domba di Jatisari khususnya dan umumnya di Kabupaten Cianjur.

“Bersyukur adu ketangkasan domba ini telah memberikan dampak positif terhadap keberadaan para peternak domba yang ada di sini,” kata Kades Jatisari. Asep Prasida ketika dihubungi di ruang kerjanya, Rabu (18/11).
Semula, kata dia, hanya 3 kelompok peternak domba. Saat ini sudah ada sekitar 15 kelompok ternak domba yang tersebar di Desa Jatisari. Dengan sebagian besar mengembangkan pembudidayaan domba adu.
“Adanya kegiatan bulanan dalam adu ketangkasan domba di sini, semoga bisa mengangkat harga jual domba domba yang ada di sini,” ujarnya.
Sementara Yusup (46) warga Jatisari yang merupakan pula peternak domba di desa tersebut menambahkan bahwa dengan adanya adu ketangkasan tersebut bukan saja mengangkat harga dan penambahan jumlah peternak. Tapi juga sebagai ajang adu gengsi peternak, dalam menunjukan kepiawaian dalam mengurus ternak dombanya.
“Gengsi peternak pun terukur oleh adanya adu ketangkasan domba ini. Sehingga domba yang ditampilkan makin bagus berarti makin meningkat gengsi peternak tersebut,” pungkas Yusup.
Wawan Kusmiran