Akibat Kemarau Panjang, Kampung Belutak Bogor Utara Krisis Air Bersih

WartaParahyangan.com

BOGOR – Bencana kekeringan dan krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Indonesia akibat kemarau panjang yang sudah terjadi sejak Juni dan diprediksi oleh BMKG akan mencapai puncaknya pada November 2026.

Salah satu daerah terdampak yakni RW 02 Kampung Belutak, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Warga di kampung tersebut saat ini mengalami krisis air bersih, karena sumur-sumur rumah tangga mengalami kekeringan.

Siti (35), salah satu warga Kampung Belutak menyampaikan kekeringan masih terjadi sampai saat ini. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat mengandalkan sumur tanah meskipun volume air sangatlah minim.

“Masyarakat juga harus menunggu setidaknya 4-5 jam untuk menunggu air dalam sumur tersebut terisi kembali dari resapan tanah,” ujar Siti, Rabu (16/9/2026).

Kampung Belutak RW 02 sendiri dihuni sekitar 230 Kepala Keluarga (KK) yang sebagian besar menggunakan sumur tanah sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, seorang BPBD Kota Bogor, Welly Akbar menyampaikan saat ini terdapat 100 Kepala Keluarga di Kampung Belutak yang terdampak kekeringan khususnya kesulitan mendapatkan air bersih.

Mereka, kata Welly, telah mendapat bantuan air bersih yang didistribusikan oleh BPBD Kota Bogor sesuai dengan jumlah KK yang diajukan pengurus RW setempat.

Galih DR