WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap dua di SMPN 1 Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, terganggu akibat gangguan server pada Senin, 29 Juni 2026. Kondisi itu memicu kepanikan orang tua yang mendaftarkan anaknya ke sekolah favorit tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pendaftaran secara teknis berjalan normal. Namun, kendala muncul saat operator mengunggah berkas. Sistem menampilkan tanda merah dan berkas tidak bisa dikirim, sehingga proses selanjutnya terhenti.
Operator SMPN 1 Ciwidey, Atep Oop, mewakili Kepala Sekolah Ahmad Rohman Somantri, S.Pd.,M.M.Pd., mendesak Dinas Pendidikan dan Diskominfo Kabupaten Bandung segera membenahi sistem digital.
“Secara teknis pelayanan di lapangan yang mendaftar SPMB tidak ada masalah, hanya saja kami terkendala di servernya. Ketika mengunggah berkas terus ada keterangan, saat diklik muncul tanda merah dan tidak bisa dikirim. Tidak bisa untuk proses selanjutnya,” ujar Atep.
Ia menyebut hingga siang hari baru 5 pendaftar yang berhasil diinput dengan sukses. “Harapan untuk perbaikan server ini sangat urgen untuk kepentingan SPMB selanjutnya. Mulai dari Senin hingga Jumat itu penting banget, mengingat orang tua yang mengantri menunggu hasil,” tambahnya.
Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Ciwidey, Supargiana, S.Pd., menjelaskan tahap 2 dibuka untuk jalur prestasi akademik, non-akademik, dan jalur mutasi orang tua. Mekanismenya sama dengan tahap pertama. Orang tua boleh datang langsung ke sekolah, mendaftar mandiri di rumah, atau dibantu operator SD.

“Namun disarankan datang langsung ke sekolah untuk meminimalisir trouble terkait validasi berkas,” kata Supargiana.
Untuk mengantisipasi gangguan jaringan, hari pertama pendaftaran dibatasi hanya 30 orang. “Hari kedua kuota ditambah. Intinya kita membuka pendaftaran dari Senin sampai Sabtu. Pengumuman tanggal 9 Juli,” jelasnya.
Ia juga mengimbau orang tua agar tidak panik dan berdesak-desakan di hari pertama. “Pendaftaran tidak ditentukan diterima atau tidaknya siswa berdasarkan hari pertama atau kedua. Untuk tahap kedua ini berdasarkan nilai saja. Apabila kuota tidak terpenuhi atau di luar kuota maka diberlakukan per-ranking berdasarkan konversi nilai TKA dengan nilai rapor,” tegasnya.
Salah satu orang tua pendaftar, Ayus Kurniawan, mengaku datang untuk mendaftarkan anaknya bernama Enjel ke SMPN 1 Ciwidey.
“Saya sangat berharap anak saya bisa masuk di sekolah ini. Semoga dalam proses pemberkasannya bisa lancar tidak ada kendala,” kata Ayus.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih menunggu perbaikan server dari pihak terkait agar proses SPMB tahap 2 dapat berjalan lancar hingga Sabtu mendatang.
Lily Setiadarma

















