WartaParahyangan.com
KOTA SUKABUMI – Di jantung Kota Sukabumi, tepatnya di Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, berdiri kokoh sebuah lembaga pendidikan yang menjadi harapan masyarakat: Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Sukabumi.
Sekolah tersebut bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga rumah kedua bagi para siswa dan guru yang berdedikasi untuk mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
MTs Negeri Kota Sukabumi adalah lembaga pendidikan Islam negeri setingkat SMP yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Madrasah ini berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas yang memadukan kurikulum nasional dengan nilai-nilai keislaman.
Pada 2025 ini, MTs Negeri Kota Sukabumi semakin memantapkan diri dalam menyongsong Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Selasa (26/08/2025). Di bawah kepemimpinan, Ernawati, S.Pd. M.Si., sekolah ini bertekad untuk menyukseskan ANBK sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
“Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengukur mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. ANBK tidak hanya berfokus pada hasil belajar siswa, tetapi juga pada aspek-aspek lain seperti kualitas pembelajaran, iklim sekolah, dan manajemen sekolah,” jelas Ernawati.
“Bagi MTs Negeri Kota Sukabumi, ANBK adalah jendela untuk melihat potret diri sekolah secara komprehensif. Hasil ANBK akan menjadi bahan evaluasi yang berharga untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sekolah, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang tepat sasaran,” jelasnya lagi.
Menurut Ernawati, ANBK diselenggarakan sebagai wadah evaluasi setiap sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan tersebut diketahui dengan melihat input, proses dan output pembelajaran seluruh satuan pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Sri Mulyati M, S.Ag., menambahkan, pelaksanaan ANBK beberapa tahun terakhir dijadikan sebagai pengganti ujian nasional untuk menentukan kelulusan sekolah bagi siswa di berbagai jenjang pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.
Dengan adanya ANBK, kata Mulyati, tingkat literasi dan numerasi siswa dapat diketahui sehingga pihak sekolah dapat mengambil langkah dan strategi yang tepat guna untuk meningkatkan literasi siswa di sekolah.
“Meski disebut sebagai pengganti Ujian Nasional, ANBK dan UN memiliki beberapa perbedaan. Jika UN lebih fokus pada nilai akhir dari hasil ujian, ANBK berfokus pada evaluasi input, proses, dan output dari pembelajaran melalui serangkaian tahapan tertentu.
“Penilaian ANBK dilakukan berdasarkan pada kemampuan dasar peserta didik mulai dari literasi, numerasi, dan karakter. Dengan begitu, ANBK dinilai dapat membantu mengevaluasi dan menilai kualitas proses kegiatan belajar mengajar dalam tiap satuan pendidikan. Hal itu diperoleh melalui tiga instrumen utama, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar,” tuturnya.
Ia bersyukur, pelaksanaan ANBK di MTSN Kota Sukabumi selama dua hari ini berjalan lancar, dan para peserta didik mengikuti asesmen dengan penuh semangat, fokus, dan dengan kedisiplinan yang tinggi.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik, panitia, pengawas, guru, dan seluruh tim madrasah yang telah bekerja sama dengan baik, demi kelancaran pelaksanaan ANBK,” katanya.
Mulyati berharap, hasil yang diperoleh menjadi cerminan kualitas pembelajaran, dan menjadi motivasi bagi MTSN Kota Sukabumi untuk terus berprestasi.
Deni Sunardi