WartaParahyangan.com
CIANJUR – Kualitas pembinaan dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur kembali disorot setelah ditemukannya kesalahan fatal pada rapor siswa SDN Sukatani, Kecamatan Cibinong, Cianjur selatan. Satu bidang mata pelajaran tidak dicantumkan nilainya di rapor semester 2, dan baru diketahui saat proses pendaftaran SPMB.
Kasus ini terungkap pada Selasa, 30/6/2026, ketika seorang siswa SDN Sukatani hendak mendaftar SPMB di SMPN 1 Ciwidey, Kabupaten Bandung. Petugas penerimaan mendapati rapor yang diajukan tidak lengkap karena ada kolom nilai mata pelajaran yang kosong.
“Ini sangat fatal. Kesalahan seperti ini tidak bisa dibiarkan karena sangat merugikan anak dan orang tua. Saya minta Kepala Dinas Pendidikan Cianjur turun tangan memeriksa sekolah tersebut. Semoga ini menjadi bahan evaluasi ke depan, jangan sampai merugikan masyarakat kecil,” ujar salah seorang orang tua siswa yang enggan disebut namanya.
Menurut orang tua tersebut, insiden ini menimbulkan keraguan terhadap pembinaan dan pengawasan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur terhadap sekolah binaannya. Rapor merupakan dokumen resmi yang menjadi syarat utama penerimaan siswa baru jenjang SMP.

Sementara itu, Kepala SDN Sukatani, Engkus, S.Pd., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (30/6/2026), membenarkan adanya kelalaian tersebut.
“Kum salam, oh muhun kin urang konsulkeun ka wali kelasna, piwarang print ulang. Mangga, biasana aya di operator mah rekap nilai na. Ieu abdi nuju konfirmasi sareng wali kelasna. Antosan, nuju dipilarian file nu semester 2 na ku wali kelas,” tulis Engkus.
Ia menyebut kesalahan kemungkinan terjadi pada bagian operator yang mengelola rekap nilai, dan pihak sekolah saat ini tengah mencari file semester 2 untuk dilakukan pencetakan ulang rapor yang benar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Disdikpora Kabupaten Cianjur terkait insiden ini dan langkah pembinaan yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Lily Setiadarma

















