Bupati Bandung Lepas Kontingen Kwarcab Pramuka untuk Mengikuti Jamnas XII di Cibubur

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) melepas 44 anggota Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.

Pelepasan kontingen berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bandung, Selasa (11/8/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, dan sejumlah kepala perangkat daerah setempat.

Kontingen Kabupaten Bandung terdiri atas 32 Pramuka Penggalang, empat pembina pendamping, dua pimpinan kontingen cabang, dan enam anggota tim pendukung. Mereka merupakan Pramuka Penggalang terbaik hasil seleksi dari 20 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Bandung.

Sebelum diberangkatkan, para peserta telah menjalani tiga kali pemusatan latihan yang mencakup pembekalan fisik dan mental, keterampilan kepanduan, kerja sama tim, serta penguatan seni dan budaya.

Jamnas XII Tahun 2026 akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Kontingen Kabupaten Bandung dijadwalkan berangkat pada Rabu (12/8/2026).

Dalam arahannya, Bupati Bandung berpesan agar keikutsertaan dalam Jamnas tidak sekadar dimaknai sebagai ajang perkemahan atau kompetisi, tetapi menjadi momentum pembentukan karakter generasi muda.

Menurut Dadang, Jamnas harus menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, toleransi, jiwa patriotisme, kemampuan bekerja sama, serta kecintaan terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Juara bukan satu-satunya harapan. Yang paling penting adalah bagaimana setelah mengikuti Jamnas ini, anak-anak kita pulang dengan karakter yang lebih matang, lebih mandiri, dan membawa nama baik Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus menjadi salah satu benteng ideologi bagi generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.

Karena itu, Dadang berharap nilai-nilai Trisatya dan Dasa Darma tidak berhenti sebatas hafalan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Lily Setiadarma