WartaParahyangan.com
CIANJUR – Sebagai wujud kepeduliannya terhadap pendidikan, khususnya mencegah anak putus sekolah karena keterbatasan sarana, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur menyalurkan 2.200 tas sekolah kepada siswa dari keluarga kurang mampu.
Bantuan yang merupakan salah satu implementasi program unggulan BAZNAS Cianjur, yakni Cianjur Cerdas itu merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS untuk mendukung keberlangsungan pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera berdasarkan data dan usulan resmi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur. Ini agar bantuan tepat sasaran,” ujar Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Hilman Saukani, M.Pd., Jumat (17/7/2026).
Menurut Hilman, bantuan 2.200 tas sekolah itu secara simbolis diserahkan melalui Disdikpora Cianjur. Dari jumlah sebanyak itu, 200 tas telah lebih dahulu disalurkan pada momentum Gebyar Muharam 1448 H/2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial keagamaan beberapa pekan lalu.
Sedangkan 2.000 tas lainnya akan didistribusikan pada tahap berikutnya sesuai jadwal yang telah disusun bersama Disdikpora Cianjur. Pada tahap kedua ini, 1.000 tas akan diberikan kepada siswa SD, 500 tas untuk siswa SMP, 250 tas untuk peserta didik kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan 250 tas lagi untuk siswa SMA.
Komposisi tersebut, kata Hilman, disesuaikan dengan hasil pendataan serta kebutuhan di masing-masing jenjang pendidikan.

“Sebelum bantuan itu diberikan, ada proses verifikasi yang dilakukan secara berlapis bersama sekolah agar penerima benar-benar merupakan siswa dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi,” katanya.
Hilman mengakui bantuan tersebut belum dapat menjangkau seluruh siswa yang membutuhkan. Namun setidaknya, kata Hilman, bantuan tas yang diterima para siswa tersebut dapat membantu meringankan beban orang tua serta memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus belajar.
Ia juga mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus terus mendapat perhatian seluruh elemen masyarakat, termasuk BAZNAS. Karena itu, dana ZIS yang dihimpun BAZNAS tidak hanya diarahkan untuk bantuan konsumtif, tapi juga dimanfaatkan melalui program-program produktif, kesehatan, pemberdayaan, dan pendidikan.
“Mudah-mudahan dengan terpenuhinya sebagian kebutuhan perlengkapan belajar, para siswa dapat tetap bersekolah dengan semangat dan lebih percaya diri,” ujar Hilman.
Ke depan, tambah Hilman, BAZNAS Cianjur akan terus memperkuat sinergi dengan Disdikpora, sekolah, para muzaki, serta berbagai pihak lain agar program bantuan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Asep R. Rasyid











