WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pengelola tempat wisata Dusun Stroberi Walini kembali menggelar khitanan massal. Kali ini, khitanan massal yang dipusatkan di Dusun Stroberi Walini, Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, pada Rabu (12/8/2026) itu diikuti 50 anak.
Kegiatan sosial tersebut berlangsung selama dua hari, 12-13 Agustus 2026. Pemilik Dusun stroberi Walini, H. Uus Suryana, menginisiasi kegiatan tersebut bersama keluarga dan pengelola Dusun Stroberi.
Peserta khitanan berasal dari kawasan Pacira yang meliputi Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali. Selain itu, sejumlah peserta datang dari wilayah Soreang, Kabupaten Bandung Barat hingga Cianjur.
Sebelum mengikuti proses khitanan, seluruh peserta menjalani pemeriksaan medis Pemeriksaan tersebut dilakukan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan anak sebelum pelaksanaan khitan.
Panitia juga menyiapkan rangkaian hiburan bagi peserta. Pawai Kuda Renggong keliling kampung menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian warga.

Dalam pawai tersebut, anak-anak menaiki Kuda Renggong. Selain itu, panitia juga menghadirkan Singa Depok dan kendaraan ATV yang telah dihias. Rute pawai berlangsung dari kawasan Dusun Stroberi Walini menuju kawasan Kawah Putih.
Antusiasme warga terlihat sepanjang perjalanan. Masyarakat turut menyaksikan iring-iringan peserta yang menjadi bagian dari rangkaian khitanan massal tersebut.
Pemilik Dusun stroberi Walini, H. Uus Suryana, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian keluarga dan Dusun Stroberi Walini kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, kita bersama keluarga di Dusun Stroberi Walini mengadakan acara sunatan massal. Kita diikuti peserta itu 50 orang,” ujar Uus kepada wartaparahyangan.com saat ditemui di Dusun stroberi
Peserta tahun ini, kata Uus, tidak hanya berasa dari kawasan Pacira. Sejumlah anak dari wilayah lain juga ikut dalam kegiatan tersebut. “Pesertanya ada dari Pacira, ada juga yang berasal dari Soreang, Cianjur, dan KBB,” katanya.

Menurut Uus, kegiatan tahun ini menjadi pelaksanaan khitanan massal ketiga di Dusun Stroberi Walini. Jumlah peserta juga terus mengalami peningkatan. Pada 2023, panitia mencatat 20 peserta. Jumlah tersebut meningkat menjadi 43 peserta pada 2025, dan tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 50 anak.
“Ini kan program tahunan. Kita sudah tiga kali melaksanakannya. Dari tahun ke tahun jumlah pesertanya meningkat,” kata Uus.
Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya. “Mudah-mudahan pula sunatan massa ini dapat meringankan beban orang tuanya masing-masing, serta anak yang dikhitan kami doakan menjadi anaknya soleh dan berbakti kepada orang tua,” tutur Uus.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan khitanan massal gratis tersebut semata untuk membantu warga yang membutuhkan. Bahkan pada pelaksanaan awal, kegiatan khitanan massal itu muncul secara spontan hingga akhirnya berkembang menjadi agenda tahunan.
Dalam tahun ini, kegiatan khitanan massal dirangkai dengar tabligh akbar. Panitia menghadirkan KH. Ubaidillah Ruhyat dari Pondok Pesantren Cipasung sebagai penceramah.

Tabligh akbar tersebut dijadwalkan berlangsung setelah salat Isya, Rabu sore ini. Dengan demikian, rangkaian kegiatan khitanan massal tidak hanya menghadirkan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga penguatan nilai keagamaan bagi masyarakat.
Selain itu, panitia juga menyiapkan sejumlah perlengkapan dan bingkisan bagi peserta. Seperti disebutkan Hj. Dewi Martini selaku Owner Dusun Stroberi sekaligus pelaksana khitanan massal, bahwa setiap anak memperoleh roti buaya dan buah, serta pakaian berupa baju koko dan pangsi.
Pakaian tersebut bahkan digunakan peserta ketika mengikuti pawai Kuda Renggong. “Harapan kita mudah-mudahan mereka jadi anak yang soleh semuanya, dan berbakti kepada orang tuanya,” harap Hj. Dewi.
Bantuan itu, tambah Dewi, juga diharapkan dapat mengurangi beban keluarga peserta, sehingga keluarga dapat memperoleh manfaat dari kegiatan sosial tersebut.
Sementara itu, Camat Rancabali Panpan Risvan C, S.IP., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan khitanan massa tersebut. la menilai kegiatan itu menunjukkan kepedulian tokoh masyarakat terhadap warga.
“Alhamdulillah, saya merasa bangga sebagai Camat Rancabali. Ada tokoh masyarakat yang sudah mendedikasikan dirinya dan berbuat baik untuk masyarakat Rancabali dan di sekitarnya,” ujar Panpan.

Ia juga menyebut peserta khitanan massal tidak hanyo berasal dari Kabupaten Bandung. Tapi juga terdapat peserta dari Cianjur dan Bandung Barat.
“Jumlahnya pun cukup banyak, 50 anak yang akan dikhitan. Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh Pak Haji Uus dan keluarga ini bisa membawa berkah bagi kita semua,” katanya.
Panpan juga berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi peserta dan keluarganya. la mendoakan agar usaha keluarga H. Uus Suryana semakin berkembang.
“Pak Haji pun semoga semakin lancar usahanya, sehat dan panjang usianya. Anak yang dikhitan juga mudah-mudahan menjadi anak yang soleh, berbakti pada nusa, bangsa dan orang tua,” ujar Panpan.
Salah seorang orang tua, Verawati, warga Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, mendaftarkan kedua putranya untuk mengikuti khitanan massal tersebut. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada H. Uus Suryana, keluarga, serta pengelola Dusun Stroberi Walini, karena telah memberikan kesempatan kepada kedua anaknya untuk dikhitan.

Verawati juga berharap kegiatan tersebut terus berlangsung dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan khitanan anak.
Di luar kegiatan sosial tersebut, Dusun Stroberi Walini juga dikenal sebagai kawasan wisata berbasis tanaman stroberi. Pengelola memilik șekitar 10.000 polybag tanaman stroberi yang tertata di lahan hampir satu hektare.
Aktivitas petik stroberi menjadi salah satu daya tarik utama kawasan tersebut. Pengunjung, khususnya keluarga yang membawa anak-anak dapat menikmati pengalaman memetik buah strober secara langsung.
Suasana alam pegunungan di sekitarnya juga menjadi bagian dari daya tarik Dusun Stroberi Walini. Udara sejuk dan pemandangan hijau melengkap aktivitas wisata pengunjung.
Dusun Stroberi Walini juga menyediakan sejumlah pilihan penginapan. Selain tipe SAGA, juga tersedia tipe kalibret sebanyak delapan unit dengan kolam renang pribadi, tiga unit tipe Menciri dan tiga unit tipe Manora. Pengelola juga menyediakan satu unit tipe Santung. Setiap tipe menawarkan karakter dan suasana yang berbeda.
Lily Setiadarma

















