WartaParahyangan.com
KOTA SUKABUMI – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi terus memperkuat sinergi dengan berbagai unsur filantropi dan pemangku kepentingan dalam upaya menekan angka kemiskinan. Ini antara lain diwujudkan melalui program Ayeuna Waktuna Berbagi 12 Pas yang digelar secara bertahap di seluruh wilayah Kota Sukabumi.
Kepala Dinsos Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program tersebut. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Asep, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mendapat dukungan langsung dari Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana, serta berbagai unsur seperti kepolisian, BJB, BAZNAS, serta sejumlah lembaga dan mitra sosial lainnya.
Program tersebut, kata Asep, merupakan bagian dari strategi Dinas Sosial dalam mengurangi kantong-kantong kemiskinan yang tersebar di tujuh kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Sukabumi. Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran agar manfaat bantuan dapat dirasakan lebih merata.
Pada pelaksanaan terbaru, bantuan sosial telah disalurkan kepada warga di Kelurahan Cikole. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di Kelurahan Nangleng yang juga dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi bersama jajaran pemerintah daerah.

Terkait upaya penanganan stunting, Asep menjelaskan bahwa data dan perhitungan prevalensi merupakan kewenangan Dinas Kesehatan. Namun demikian, Dinsos memiliki peran penting melalui pemberian perlindungan dan jaminan sosial yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Asep, penanganan kemiskinan memiliki keterkaitan erat dengan upaya menekan angka stunting. Karena itu, berbagai program bantuan sosial diarahkan agar mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Ia menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembagian sembako. Tapi juga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dengan membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat agar kesejahteraan dapat meningkat secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat, Asep berharap program Ayeuna Waktuna Berbagi 12 Pas dapat menjadi salah satu instrumen efektif dalam mempercepat pengurangan kemiskinan sekaligus mendukung penurunan risiko stunting di Kota Sukabumi.
Jenal

















