Disdik Kabupaten Bandung Apresiasi Siswa Peraih Medali Emas O2SN Nasional

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung memberikan apresiasi kepada para siswa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama daerah melalui berbagai ajang kompetisi.

Apresiasi tersebut diberikan kepada peraih medali emas Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional serta para juara Penulis Cilik Leksam Bedas Cileunyi tingkat Kabupaten Bandung.

Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan dalam apel pagi di halaman Gedung Disdik, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (31/8/2026).

Kepala Disdik Kabupaten Bandung, H. Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus upaya membangun motivasi di lingkungan pendidikan Kabupaten Bandung.

Menurut Asep, setiap kegiatan organisasi harus memiliki target dan tujuan yang jelas. Karena itu, capaian prestasi siswa juga menjadi salah satu indikator yang perlu mendapat perhatian.

“Kita dalam setiap kesempatan, dalam setiap kegiatan, dalam aktivitas kita antara lain dituntut untuk bisa memenuhi atau mencapai tujuan-tujuan dan target-target organisasi, baik target secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dinas Pendidikan memberikan perhatian khusus kepada tiga siswa Kabupaten Bandung yang meraih prestasi pada O2SN tingkat nasional.

Riana Salsabila dari cabang olahraga renang berhasil membawa pulang dua medali emas, Sean Arkana Attirmizi Gumilar dari cabang renang meraih satu medali emas dan satu medali perunggu, serta Muhammad Ramdani Mubarok dari cabang bulu tangkis sukses meraih medali emas.

Peraih medali emas O2SN Tingkat Nasional: Riana Salsabila (tengah) atlet renang, Sean Arkana Attirmizi Gumilar (berkacamata) atlet renang dan Muhamad Ramdani Mubarok atlet bulutangkis. Foto Lily Setiadarma

Asep menilai capaian tersebut menunjukkan potensi besar peserta didik Kabupaten Bandung. Karena itu, ia mendorong seluruh pihak di lingkungan pendidikan untuk terus memberikan dukungan kepada siswa berprestasi.

“Nah ini tentu sesuatu yang penting untuk kita berikan apresiasi, kita sampaikan dalam momen-momen kinerja kita termasuk salah satunya pelaksanaan apel pagi di hari Senin,” tutur Asep.

Ia juga mengingatkan jajaran pendidikan mengenai tantangan pelayanan publik pada era teknologi informasi. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat berbagai aktivitas birokrasi semakin mudah diketahui dan diakses masyarakat.

“Ya tentu kita hari ini kan tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi ya, bahkan hampir seluruh kebutuhan kita itu bisa dilayani atau bisa disajikan oleh kebermanfaatan teknologi informasi,” ujarnya.

Karena itu, Asep meminta aparatur pendidikan menempatkan diri sebagai penyelenggara pelayanan publik yang mampu menjawab harapan masyarakat.

Ia kemudian menekankan pentingnya prinsip kepemimpinan yang melayani atau servant leadership. Menurutnya, aparatur pemerintah harus mampu memberikan informasi yang benar, menunjukkan perilaku yang baik, serta menjadi teladan bagi masyarakat.

“Bahwa poinnya birokrasi itu sebagai pemberi pelayanan. Pak Bupati menyampaikan dengan nilai-nilai servant leadership ya, jadi kepemimpinan yang melayani,” katanya.

Asep menambahkan, kualitas pelayanan publik sangat berkaitan dengan kepercayaan masyarakat. Karena itu, aparatur harus berhati-hati dalam memberikan informasi dan menjalankan tugas.

“Kalau kita salah memberikan informasi ya, salah berperilaku, tentu ini jauh dari harapan masyarakat bahwa mereka sangat berharap besar birokrasi mampu memberikan pelayanan, menjadi contoh, menjadi teladan, sekaligus memberikan pencerahan bagi masyarakat yang lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, para siswa penerima penghargaan menyampaikan rasa bangga atas capaian yang mereka raih. Riana Salsabila, siswa SD Cincin asal Kabupaten Bandung, mengaku bersyukur setelah meraih dua medali emas pada O2SN tingkat nasional dari cabang renang.

Hal senada disampaikan Sean Arkana Attirmizi Gumilar dari SD IT Alam Indah Kabupaten Bandung, yang meraih satu medali emas dan satu medali perunggu pada cabang renang.

Prestasi serupa diraih Muhammad Ramdani Mubarok, siswa SDN Jalan Cagak, melalui cabang bulu tangkis tingkat nasional. Ia mengaku senang karena mendapat kesempatan membawa nama Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan sekolahnya.

Selain prestasi olahraga, Dinas Pendidikan juga memberikan apresiasi kepada siswa yang menunjukkan kemampuan di bidang literasi, yakni Azarine Saufa Filzah dari SDN Cikalang Cileunyi, yang mendapat penghargaan dalam ajang Penulis Cilik Leksam Bedas Cileunyi tingkat Kabupaten Bandung.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa prestasi peserta didik Kabupaten Bandung berkembang di berbagai bidang. Selain olahraga, kemampuan literasi juga mendapat ruang dalam agenda pembinaan pendidikan.

Karena itu, apresiasi kepada para siswa diharapkan dapat menjadi pemicu bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan. Dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan pendidikan juga menjadi faktor penting dalam menjaga prestasi tersebut.

Lily Setiadarma