WartaParahyangan.com
SUKABUMI – Warga RT 01/15 Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, mengeluhkan kondisi tembok penahan tanah (TPT) yang jebol sejak dua tahun lalu, hingga kini belum juga diperbaiki pemerintah.
Kerusakan TPT mengakibatkan terganggunya aliran irigasi, sehingga kerap terjadi banjir saat hujan deras.
Salah seorang warga setempat, Jamaludin Miftah, mengatakan pihaknya telah berulang kali melaporkan hal itu kepada pemerintah, namun saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah kota untuk melakukan perbaikan.
Menurut Jamaludin, kerusakan TPT tersebut berdampak serius terhadap saluran irigasi yang menjadi sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah lingkar selatan. Aliran air yang tersumbat membuat sejumlah sawah terdampak dan mengganggu aktivitas pertanian warga.
“Aliran irigasi ini sangat penting untuk sawah. Karena tersumbat, air tidak lancar dan ada lahan yang terdampak. Kami akhirnya harus swadaya membersihkan saluran setiap bulan agar tetap bisa digunakan,” jelasnya, Kamis (26/3/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi tersebut kerap memicu banjir ke permukiman warga saat curah hujan tinggi. “Kalau hujan deras, air meluap, lalu masuk ke rumah warga,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Dayeuhluhur, Supardi, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait jebolnya TPT tersebut. Ia menyebut pihak kelurahan telah melakukan pengecekan lapangan dan menyampaikan laporan serta permohonan perbaikan kepada dinas terkait.
Ia menjelaskan, perbaikan infrastruktur seperti TPT menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi. Pihak kelurahan hanya bertugas menyampaikan laporan dan aspirasi masyarakat.
“Secara tupoksi kami sudah menjalankan tugas. Untuk realisasi perbaikan memang berada di ranah DPUTR,” tegasnya.
Jenal











