WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pemkab Bandung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) akan menggelar kegiatan pemeriksaan atau cek kesehatan gratis secara masif dalam rangka memperingati Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 yang diperingati setiap tanggal 15 Januari.
Kepala DPMD Kabupaten Bandung, Supardian mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Hardesnas, sesuai arahan Surat Mendagri per 29 Desember 2025.
Supardian menjelaskan rangkaian kegiatan dimulai Minggu 11 Januari 2026 bertema Gerakan Bakti Desa. Kegiatan ini berupa aktivitas membersihkan kantor desa, tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya di wilayah desa dengan melibatkan masyarakat.
“Kegiatan pelayanan kesehatan gratis dimulai Senin sampai Rabu (12-14 Januari 2026), berupa cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini juga sesuai arahan Bapak Bupati Bandung untuk mengoptimalkan program cek kesehatan gratis Presiden Prabowo,” terang Dian.
Pelayanan kesehatan gratis ini, lanjut Dian, bakal digelar di 62 puskesmas dan 8 RSUD yang tersebar di 31 kecamatan.

“Ada juga rontgen gratis yang bisa diikuti masyarakat, tinggal melihat jadwal pelaksanaannya,” ujar Dian seraya menyebutkan acara puncak peringatan Hardesnas tingkat kabupaten yang akan dilaksanakan Kamis 15 Januari 2026, ditandai dengan peluncuran Program Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa) untuk tahun 2026.
“Kami harap pemerintah kecamatan dan desa turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan peringatan Hardesnas ini,” tambah Dian.
Sementara itu, di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, warga Kampung Sindangsari melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah di Tempat Penampungan Sampah (TPS) Sementara dalam rangka memperingati Hardesnas.
Kepala Desa Cileunyi Wetan Hari Haryono mengatakan kegiatan beberesih sampah dalam rangka Hardesna ini bukan sekedar seremonial. Tapi juga merupakan momentum strategis untuk membangkitkan kembali nilai-nilai gotong royong, kepedulian sosial, serta kebersamaan masyarakat desa dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya.
“Peringatan Hardesna jangan terkesan seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai ajakan nyata untuk memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah dan nasional,” kata Hari.
Menurut Hari, desa merupakan fondasi utama pembangunan. Melalui Gerakan Bakti Desa, pihaknya mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan Hardesnas tingkat kabupaten, dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam kerja bakti, kebersihan lingkungan dan bakti sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis.

“Melalu peringatan Hardesnas diharapkan menjadi simbol penguatan peran desa sekaligus wujud nyata kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun desanya,” ucap Hari.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Diki Darmansyah, S.IP., mengatakan bahwa Desa Lebakmuncang belum melaksanakan kegiatan Hari Desa Nasional yang berupa aktivitas membersihkan kantor desa ataupun tempat fasilitas umum.
“Kami melakukan bersih-bersis kantor setiap hari, tapi untuk fasilitas umum mungkin akan direncanakan besok,” ujar Diki di kantornya, Senin (12/1/2026).
Diki juga mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Puskesmas Rawabogo untuk kegiatan kesehatan. “Kami akan pusatkan kegiatan di Lapang Desa Lebakmuncang dan mengarahkan kepala dusun (kedus) untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih di setiap RW,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuat kantor dan fasilitas umum di Desa Lebakmuncang terlihat lebih bersih dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Lily Setiadarma

















