Kolam Retensi Terminal KH. Ahmad Sanusi Terkesan tak Terurus, Begini Penjelasan DPUTR dan Pengelola

WartaParahyangan.com

 

KOTA SUKABUMI – Niat hati ingin bersantai menikmati akhir pekan bersama keluarga, pengunjung Kolam Retensi di kawasan Terminal Tipe C KH. Ahmad Sanusi, Kota Sukabumi, justru dibuat elus dada.

Fasilitas publik yang dulunya asri dan menjadi kebanggaan warga itu kini kondisinya sangat memprihatinkan, sampah mengambang berserakan, sehingga tampak kumuh dan terkesan dibiarkan terbengkalai.

Kekecewaan mendalam ini diungkapkan oleh salah seorang pengunjung berinisial S (40). Ia mengaku syok melihat perubahan drastis di kawasan tersebut.

“Dulu kolam dan sekitarnya ini bagus, tertata rapi, bersih dan nyaman. Setiap datang kesini suasananya menyenangkan. Tapi sekarang semuanya semrawut dan tidak terawat,” ungkapnya.

Pemandangan yang tersaji kini jauh dari kata indah. Air kolam berubah menjadi kehijauan pekat, sampah mengambang berserakan, hingga memunculkan bau yang tak sedap.

Tak hanya itu, S juga menyoroti hilangnya ikan-ikan yang dulu menjadi daya tarik utama hiburan bagi anak-anak. Bahkan yang paling bikin miris, ia menemukan sebuah botol yang diduga kuat bekas minuman keras (miras) tergeletak di bawah bangku taman.

“Saya melihat ada satu botol yang diduga botol minuman keras di bawah bangku taman. Saya tidak tahu pasti siapa yang membuangnya. Tetapi temuan seperti ini tentu membuat miris,” ujarnya.

Merespons rentetan keluhan warga, Kasi Pembangunan Jaringan Pemanfaatan Air (Japung) Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Hendra Gunawan, mengakui bahwa kewenangan pemeliharaan kolam berada di bawah naungan dinasnya.

Hendra mengungkapkan mengapa air kolam tersebut berubah keruh, hijau, dan menggenang, ternyata hal itu dipicu oleh kerusakan teknis pada mesin pompa air.

“Masalah air ini kan harus disedot nih, jadi nggak ada outflow di dasarnya. Kebetulan ini ada kendala di mesinnya,” ungkapnya, Selasa (23/6/2026).

Pihak DPUTR berjanji akan segera bergerak cepat menerjunkan tim untuk menindaklanjuti keluhan ini. Di sisi lain, Hendra juga memohon kesadaran ekstra dari warga agar tidak seenaknya membuang sampah ke dalam kolam.

Sementara itu, Kepala Terminal Tipe C KH Ahmad Sanusi, Erwan Hermawan, turut buka suara merespons hilangnya ikan-ikan yang dipertanyakan warga.

Erwan secara blak-blakan menegaskan bahwa pihak pengelola kini melarang keras adanya ikan, aktivitas memancing, hingga berenang di area tersebut. Aturan tegas ini dibuat murni demi keselamatan nyawa pengunjung.

“Kolam retensi ini terlalu dalam, kurang lebih 7 meter ke bawah. Saya khawatir anak-anak kecil terperosok ke kolam, ataupun ada kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Terkait temuan botol miras, Erwan tak menampik adanya tantangan berat dalam mengawasi area publik terbuka yang kerap disatroni pengunjung tak bertanggung jawab hingga larut malam.

Namun, pihaknya tak tinggal diam. Pihak terminal kini rutin melakukan pembersihan lingkungan yang salah satunya didanai dari retribusi kegiatan pasar malam di kawasan tersebut.

“Mari kita bersama-sama dengan masyarakat juga berkolaborasi, memberikan pemahaman, saling memelihara, dan saling mengingatkan agar tertib dan aman,” ajak Erwan.

Jenal