Krisis Air di SLB dan Panti Tuna Netra, PDAM Kota Sukabumi Gerak Cepat Salurkan Bantuan

WartaParahyangan.com

KOTA SUKABUMI – Krisis air bersih yang melanda SLB A Budi Nurani dan Panti Tuna Netra Budi Nurani di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat.

Sebagai langkah cepat, Perumda Air Minum (PDAM) Kota Sukabumi menyalurkan bantuan air bersih sekaligus menyiapkan pemasangan sambungan baru untuk memenuhi kebutuhan penghuni panti dan peserta didik.

Direktur PDAM Kota Sukabumi, Dian Afriandi, mengatakan bantuan tahap awal dilakukan dengan mengirimkan mobil tangki air ke lokasi terdampak. Selain itu, PDAM juga akan membantu proses pemasangan jaringan air baru secara gratis.

“Tahap pertama kita akan mengirim tangki air ke lokasi. Selanjutnya akan membantu pemasangan saluran pipa. PDAM akan membantu administrasi dan pemasangan saluran baru secara cuma-cuma,” ujar Dian, Rabu (17/6/2026).

Menurut Dian, biaya pemakaian air selanjutnya akan ditanggung pihak sekolah sesuai penggunaan. Sementara jumlah bantuan air yang dikirim akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Jika kebutuhannya satu tangki ya satu tangki, tetapi jika kebutuhannya lebih akan kita tambah. Ini bentuk respons cepat untuk warga Kota Sukabumi,” katanya.

Dian menegaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Sukabumi agar setiap persoalan mendesak yang menyangkut kebutuhan masyarakat segera ditangani. “Pesan beliau, PDAM harus bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat,” ujar Dian.

Sementara itu, Komandan Regu BPBD Kota Sukabumi, Kusnawan, mengatakan pihaknya bersama PDAM akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber dan jaringan air guna mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan.

“Kami akan terus melakukan monitoring bersama PDAM untuk mengambil langkah-langkah taktis guna mengantisipasi terjadinya krisis air. Informasi mengenai kelangkaan air juga sudah kami terima dari wilayah Kelurahan Sudajayahilir,” ujarnya.

Selain memantau titik-titik yang telah terdampak, BPBD juga akan melakukan pengawasan di sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau.

“Insya Allah ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan PDAM untuk melakukan langkah-langkah preventif sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Jenal