WartaParahyangan.com
CIANJUR – Atraksi Kuda Kosong masih menjadi magnet utama dalam Karnaval Budaya Cianjur Fest 2026, yang digelar di sejumlah ruas utama jalan kota Cianjur, Sabtu (22/8/2026. Ini tampak dari raut wajah ribuan warga yang seakan tersihir saat Kuda Kosong, lengkap dengan atribut dan kepulan asap kemenyan, lewat di depan mereka.
Dalam Cianjur Fest bertema “Rahayat Raksa Raharja” itu, atraksi Kuda Kosong memang tak sekedar pawai kuda tanpa tunggangan. Tapi banyak masyarakat Cianjur percaya bahwa kuda yang tampil itu “ditunggangi” Eyang Suryakancana, leluhur Cianjur yang disebut-sebut bersemayam di puncak Gunung Gede.

Itulah agaknya kenapa ribuan warga yang menyaksikan karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Cianjur ke-349 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81 itu, seakan tersihir saat melihat atraksi Kuda Kosong: ada kesan mistis yang menyelimuti sang kuda.
Karena itu, atraksi Kuda Kosong bukan sekedar pawai, namun juga merupakan simbol penghormatan, sejarah, dan spiritualitas yang menyatu dalam langkah kuda yang tak bertunggang. Dan itu menjadi sebuah tradisi yang menjadi bagian dari identitas dan kekayaan budaya Cianjur, yang terus diwariskan dan dikenalkan kepada generasi demi generasi.
“Melalui karnaval budaya ini, mari kita kenalkan kembali berbagai kekayaan budaya Cianjur kepada anak-anak dan generasi muda. Mereka harus mengetahui, mencintai, dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri,” ujar Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi, saat melepas karnaval tersebut di Jl. Perintis Kemerdekaan, Jebrod, Cianjur.

Bupati juga berharap, karnaval budaya mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yang memang banyak menjajakan produknya di sepanjang rute karnaval.
“Mudah-mudahan Cianjur Fest ini juga membawa kemanfaatan bagi masyarakat, terutama perputaran ekonomi kerakyatan. Saya lihat tadi di sepanjang jalan banyak pelaku UMKM yang menjajakan produknya. Ini tentu sangat baik bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, tak lupa Bupati juga mengajak seluruh warga Cianjur untuk mendoakan para korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan korban kebakaran yang tengah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Ia berharap seluruh bencana tersebut dapat segera berakhir dan daerah-daerah yang terdampak dapat kembali pulih seperti sediakala.

Khusus untuk Kabupaten Cianjur sendiri, Bupati mengajak agar peringatan Hari Jadi Cianjur ke-349 dijadikan momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam mewujudkan Cianjur yang aman, terlindungi, dan sejahtera. “Mari kita jadikan karnaval budaya ini sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, sekaligus melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Cianjur,” ajak dr. Wahyu.
Usai memberikan sambutan, Bupati Cianjur bersama Ketua TP PKK Kabupaten Cianjur, Najmah Nurislami, didampingi Wakil Bupati Cianjur bersama Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Cianjur, Avi Basalamah, masuk barisan dengan menunggang kereta kencana untuk mengikuti karnaval budaya tersebut.
Karnaval tersebut dimulai dari Jl. Perintis Kemerdekaan, depan Toko Nuhun, hingga ke Jalan Siliwangi dan finis di Alun-alun Cianjur. Sepanjang rute yang dilalui, masyarakat Cianjur dan dari luar daerah, tampak antusias menyaksikan karnaval budaya yang diikuti jajaran Forkopimda Cianjur, semua perangkat daerah, 32 kecamatan, 18 komunitas dan berbagai unsur masyarakat.

Berbagai seni budaya dan kreativitas yang ditampilkan para peserta, menjadikan karnaval budaya tahun ini lebih meriah dibandingkan karnaval serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Ini antara lain terlihat dari parade kendaraan hias yang ditampilkan sejumlah perangkat daerah, seperti kendaraan berhiaskan hasil pertanian dan ayam jago raksasa.
Usai karnaval budaya, pada sore harinya, Sabtu (22/8/2026) malam, masyarakat memadati Alun-alun Cianjur untuk menghadiri Gema Syiar yang menampilkan Ustad Dennis Lim dan Opick.
Semua rangkaian kegiatan Cianjur Fest tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat semangat persatuan, kebanggaan terhadap daerah, serta kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat Cianjur.
Iim Ibrahim/Asep

















