WartaParahyangan.com
CIANJUR – Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyebutkan bahwa Kabupaten Cianjur memiliki potensi zakat yang besar. Untuk itu dibutuhkan tata kelola yang kuat agar manfaatnya semakin luas dirakan masyarakat.
Hal itu diungkapkan Bupati Cianjur saat melantik jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur Periode 2026-2031 di Taman Pancaniti Pendopo Cianjur, Jumat (25/9/2026).
Dalam acara yang dihadiri Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi, pimpinan BAZNAS Jawa Barat, unsur Forkopimda Cianjur, Kepala Kantor Kemenag Cianjur, Ketua Umum MUI Kabupaten Cianjur KH. Abdul Rauf, dan sejumlah kepala perangkat daerah serta segenap amil BAZNAS Cianjur itu, lima pimpinan BAZNAS yang baru secara resmi mulai melaksanakan tugasnya.
Mereka adalah KH. Ir. Deni Saefurohman sebagai Ketua, H. Ahmad Fatoni Rozi, S.Pd., sebagai Wakil Ketua I, H. Muhammad Toha, S.Ag., M.Pd.I, sebagai Wakil Ketua II, H.M. Ihsan, SE, M.Pd.I, sebagai Wakil Ketua III, dan H. Ayi Mamduh, S.Ag., M.Pd., sebagai Wakil Ketua IV.

Menurut Bupati, kepercayaan masyarakat adalah modal utama dari BAZNAS. Karena itu, ia mengajak jajaran pimpinan BAZNAS Cianjur serta pihak terkait untuk membangun sebuah ekosistem zakat yang kuat, terintegrasi, transparan dan berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat.
“Selain harus hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan, BAZNAS juga diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi umat melalui program pemberdayaan,” katanya.
Ke depan, lanjut Bupati, BAZNAS harus menjadi lembaga yang semakin amanah, profesional, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah pun akan terus mendukung penguatan peran BAZNAS sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia juga berharap, sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, ulama, dunia usaha dan masyarakat, dapat semakin memperkuat pengelolaan zakat di Kabupaten Cianjur. “Jaga amanah dengan profesionalisme dan wujudkan kepercayaan dalam bentuk program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pesan dr. Wahyu.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Cianjur yang baru, KH. Ir. Deni Saefurohman, yang akrab disapa Ustad Deni, menyebutkan target pengumpulan zakat di tahun pertama kepemimpinannya sebesar Rp21 miliar.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan konsolidasi internal dan memperkuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh Kabupaten Cianjur. Konsolidasi ini akan dilakukan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa serta membuka sinergi dengan unsur masyarakat lainnya.
“Kami juga akan menjaga kepercayaan masyarakat. Karena hal itu menjadi salah satu kunci untuk mencapai target pengumpulan zakat tersebut,” ujar Ustad Deni, seraya menambahkan, pihaknya akan mengelola zakat dengan berkoridorkan prinsip aman syar’i, aman regulasi, aman administrasi dan aman NKRI.
Iim Ibrahim/Asep

















