WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Ciwidey, Kabupaten Bandung, menuai sorotan setelah muncul keluhan dari siswa dan guru terkait paket makanan yang dinilai tidak memenuhi kelayakan porsi maupun kandungan gizi untuk konsumsi selama tiga hari.
Keluhan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan program di tingkat lapangan, terutama setelah pihak Kecamatan Ciwidey menyampaikan bahwa monitoring terhadap pendistribusian MBG baru direncanakan dilakukan pada Kamis mendatang.
Camat Ciwidey, Nardi Sunardi, mengatakan bahwa pihak kecamatan telah meminta penjelasan dari pengelola dapur MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lebakmuncang 3. Kata dia, pengelola program berdalih bahwa menu makanan yang dibagikan telah disusun sesuai dengan ketentuan dari Badan Gizi Nasional serta rekomendasi ahli gizi.
“Pihak Kecamatan sudah meminta penjelasan dari KSPPG Lebakmuncang 3. Mereka menyampaikan bahwa menu yang diberikan sudah sesuai dengan yang disyaratkan oleh BGN dan ahli gizi, termasuk dari sisi harga,” kata Nardi, Selasa (10/3/2026).
Nardi juga menyebut pihak kecamatan akan melakukan monitoring terhadap pendistribusian program MBG ke sekolah-sekolah di wilayah Ciwidey. “Kami akan terus memonitor dan mengawasi setiap pendistribusian MBG ke setiap sekolah agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Nardi.
Terkait waktu pelaksanaan monitoring tersebut, Nardi menyampaikan pengawasan direncanakan mulai dilakukan pada Kamis mendatang. “Dimulai Kamis kami akan melakukan monitoring ke sekolah-sekolah penerima manfaat,” katanya.
Sementara itu, Kepala KSPPG Lebakmuncang 3, Radya Miska Sanjaya, menyatakan pihaknya terbuka untuk melakukan evaluasi apabila terdapat menu yang dinilai kurang sesuai.

“Insya Allah kalau ada menu yang kurang bagus akan kami evaluasi lagi. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Kecamatan Ciwidey,” katanya melalui pesan WhatsApp.
Namun Sanjaya juga berkilah, bahwa selama ini program MBG yang mereka kelola sejauh ini mendapat respons positif di media sosial. “Alhamdulillah, di media sosial kita dapat respons positif semua. Boleh dilihat akun media sosial kami,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswa dan guru di SMPN 1 Ciwidey, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengaku kecewa dengan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada para siswa, Senin (9/3/2026).
Kekecewaan tersebut muncul setelah paket makanan yang disuplai oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai tidak memenuhi standar kelayakan gizi maupun harga, terutama karena makanan tersebut diperuntukkan untuk konsumsi selama tiga hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket MBG untuk tiga hari, yakni Senin hingga Rabu, berisi beberapa jenis makanan ringan seperti jagung goreng, puding, roti, susu sekolah ukuran kecil, kacang atom, goreng tempe, puding roti, dimsum, serta satu botol kecil minuman.
Namun, isi paket tersebut menuai protes dari para siswa karena dianggap terlalu sedikit dan tidak mencerminkan makanan bergizi yang layak untuk dikonsumsi selama tiga hari.
Lily Setiadarma











