WartaParahyangan.com
KOTA SUKABUMI – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jumat (5/12/2025) kembali menjadi ruang bersama untuk menyusun arah pembangunan berbasis suara masyarakat.
Beragam kebutuhan muncul dari hasil rembug warga, kemudian dipadatkan dalam forum utama sebagai agenda pembangunan yang dinilai strategis.
Lurah Sriwidari Hedi Sudarman mengatakan, pembangunan infrastruktur menjadi perhatian paling kuat. Warga RW 10 menginginkan peningkatan jalan lingkungan, sementara RW 11 memprioritaskan talud penahan tebing dan sarana air bersih untuk menjawab kebutuhan dasar sekaligus keamanan kawasan.
Selain itu, usulan pembangunan drainase dan rabat beton turut mengemuka untuk meminimalisasi dampak genangan serta memperbaiki kualitas permukiman. “Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, penguatan kapasitas sosial juga tumbuh dari berbagai kelompok masyarakat,” ujarnya.
PKK juga mengusulkan pelatihan peningkatan kapasitas LKK, sedangkan enam posyandu mendorong lahirnya pembekalan bagi kader agar lebih siap menjalankan fungsi layanan kesehatan masyarakat. Dorongan ini mencerminkan keinginan agar lembaga di tingkat kelurahan tak hanya bergerak, tapi terampil dan terstruktur.
Kelompok pemuda membawa wacana yang lebih modern. Karang Taruna menyoroti pentingnya kemampuan bisnis digital agar generasi muda tidak tertinggal dalam ekonomi berbasis teknologi.
Pelatihan usaha online digadang sebagai pintu masuk munculnya pelaku ekonomi baru dari lingkungan sendiri. Sementara itu, RW 14 dan RW 6 menyoroti isu lingkungan dan ketahanan pangan rumah tangga.
RW 14 mengajukan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga dengan konsep pemilahan dan pengolahan bernilai ekonomis. Sedangkan RW 6 menawarkan gagasan pemanfaatan pekarangan melalui hidroponik sebagai pola bercocok tanam yang efisien di wilayah padat penduduk.
Ragam usulan ini menunjukkan bahwa Sriwidari bergerak tidak hanya untuk membangun jalan dan infrastruktur keras, tetapi juga membangun kemampuan warganya.
Musrenbang menjadi pijakan awal, sementara tindak lanjut diharapkan tumbuh melalui kolaborasi pemerintah, lembaga kelurahan, serta masyarakat sebagai penggerak utama.
Jenal

















