WartaParahyangan.com
BANDUNG – Kinerja Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat apresiasi dari warga.
Sejumlah warga yang ditemui di Kantor ATR/BPN KBB, Kamis (8/10/2026), mengaku puas karena pelayanan pertanahan kini lebih cepat dan memberi kepastian waktu.
Mustopa (42), salah seorang pemohon, mengaku kaget saat peta bidang yang dimohonnya sudah selesai hanya dalam 12 hari sejak pendaftaran di loket. “Saya kaget Pak, ketika mengecek ke BPN peta bidang yang saya mohon sudah bisa diambil di loket,” ungkap Mustopa dengan sumringah.
Apresiasi serupa disampaikan Euis (43), warga Kecamatan Cihampelas. Ia mengajukan permohonan balik nama sertifikat dan selesai hanya dalam 10 hari kerja. “Tadinya saya nggak percaya, setelah datang ke kantor BPN ternyata sudah bisa diambil di loket,” ujarnya.
Cepatnya pelayanan tersebut tak lepas dari program Layanan Pengukuran Terjadwal yang diluncurkan Kementerian ATR/BPN pada 17 Agustus 2026. Program ini dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih tertib, transparan, dan memberi kepastian waktu kepada masyarakat.
Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung Barat, Dindin Saripudin, S.H., M.H., QRMO., melalui Kasubag TU, Rosyid, mengatakan KBB sudah melaksanakan gelombang pertama program Pengukuran Terjadwal.
“Di KBB sudah dilakukan pengukuran gelombang pertama pelaksanaan pengukuran terjadwal,” ujar Rosyid, kepada wartawan, Kamis (8/10/2026).
Rosyid mengakui jumlah petugas ukur di KBB masih terbatas, yakni hanya 6 orang untuk wilayah yang cukup luas. Namun keterbatasan itu tidak menjadi alasan untuk menghambat pelayanan.
“Berapa pun nanti jumlah petugas ukur, program ini harus berjalan. Dan alhamdulillah hasil monev kita tidak jelek-jelek banget,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengukuran bidang tanah memang membutuhkan ketelitian dan proses teknis yang kompleks, termasuk konfirmasi dengan pihak terkait jika ada perbedaan batas.
Melalui Pengukuran Terjadwal, proses pelayanan diharapkan lebih terencana, antrean berkurang, dan masyarakat mendapat kepastian waktu yang jelas.
Lily Setiadarma

















