WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pemerintah Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, menggelar pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Periode 2026-2034 di Aula Desa Tenjolaya, Minggu (21/6/2026).
Berbeda dari desa lain, Tenjolaya tidak memilih anggota BPD per-kadus. Dengan 7 kadus dan 15 ribu penduduk, desa tersebut membagi wilayah pemilihan jadi 2 daerah: Wilayah 1 dan Wilayah 2. Tiap wilayah memilih 3 orang, ditambah 3 orang keterwakilan perempuan. Total BPD yang akan dilantik 9 orang.

“Kalau per-kadus, BPD yang terpilih hanya memikirkan kadusnya sendiri. Dengan sistem wilayah, 3 orang dalam 1 wilayah harus mikirin 3-4 kadus sekaligus. Jadi cakupannya lebih luas,” kata Kades Tenjolaya Ismawanto Somantri, S.H., S.IP., Minggu (21/6/2026).
Ia menegaskan prosesnya murni demokratis dari pendaftaran sampai final. Kades juga minta BPD yang terpilih harus kredibel, berkualitas, dan mampu jadi aspirator, legislator, serta pengawas anggaran desa.
“Saya tidak mau BPD disetting kades. Silakan orang berkualitas yang bisa menandingi gaya kerja kades,” ujar Kades Tenjolaya.

Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Tenjolaya Deni Gunawan menyebut total ada 17 kandidat: 7 orang dari Wilayah 1, 6 orang dari Wilayah 2, dan 4 orang keterwakilan perempuan. Pemungutan suara wilayah ditutup pukul 12.00 WIB, sementara perempuan sampai 16.00 WIB. Perhitungan suara ditarget selesai 16.30 WIB.
“Dengan model 2 wilayah dibagi 3, anggota BPD nanti membawahi 28-36 RW. Jadi tidak ada lagi istilah ‘itu bukan wilayah saya’ kalau ada usulan dari kadus lain,” kata Deni.
Ia juga menepis isu politik uang. “Rumor di luar wajar ada, tapi ke panitia belum ada laporan jelas,” katanya.
Lily Setiadarma











