WartaParahyangan.com
CIANJUR – Untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menyampaikan perkembangan program, potensi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur beraudiensi dengan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Pendopo Cianjur, Jumat (26/10/2026).
Hadir dalam audensi tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur KH. Deny Saeful Rohman, Wakil Ketua I H. Ahmad Fatoni Rozi, Wakil Ketua II H. Muhammad Toha, Wakil Ketua III HM. Ichsan, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Cianjur Selamet Riyadi.
Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur KH. Deny Saeful Rohman menyampaikan berbagai program yang telah berjalan, meliputi bantuan kesehatan berupa pelunasan tunggakan BPJS Kesehatan dan layanan ambulans gratis, bantuan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program ZMart, ZAuto, dan berbagai bantuan modal usaha lainnya.
Ia juga menyampaikan program keagamaan dan respons cepat terhadap berbagai musibah yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, seperti kebakaran, banjir, tanah longsor, dan kondisi darurat lainnya yang membutuhkan penanganan segera.
Sedangkan program kerjanya ke depan, antara lain optimalisasi pengumpulan ZIS, khususnya zakat pertanian, zakat profesi, serta potensi zakat dan infak dari perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Cianjur.
Karena itu, Kiai Deni menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, termasuk melalui hibah untuk menunjang operasional BAZNAS agar pelayanan dan pengelolaan zakat dapat berjalan secara optimal. Terlebih BAZNAS merupakan mitra strategis pemerintah daerah.
Ia mengutip pernyataan Ketua BAZNAS RI dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026, yang menyebutkan bahwa kepala daerah itu tangan kanannya APBD, sedangkan tangan kirinya BAZNAS. Ini menggambarkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam memperluas jangkauan pelayanan serta bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
APBD mendukung pembangunan dan pelayanan publik sesuai perencanaan serta ketentuan yang berlaku. Sementara itu, BAZNAS melalui pengelolaan dana ZIS dapat melengkapi upaya pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya para mustahik yang membutuhkan dukungan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan keagamaan.
“Dengan pengelolaan yang sesuai syariat Islam, regulasi, serta peruntukan dana, zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen penting untuk membantu menjawab berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Kiai Deni.
Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menyatakan dukungan terhadap penguatan kerja sama dengan BAZNAS, mengingat berbagai program yang dijalankan berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat Cianjur.
Dukungan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kebijakan yang mendorong optimalisasi peran BAZNAS serta memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menangani persoalan masyarakat.
Menurut Bupati, BAZNAS merupakan mitra strategis pemerintah daerah yang dapat melengkapi upaya pemerintah, terutama dalam merespons kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak dan membutuhkan penanganan cepat.
Ia juga mengapresiasi kinerja BAZNAS Cianjur, khususnya dalam memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi program dan merespons aduan masyarakat. Respons cepat BAZNAS terhadap berbagai laporan dan kebutuhan warga dinilai menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.
Diharapkan audensi tersebut menjadi langkah penguatan sinergi antara BAZNAS Kabupaten Cianjur dan Pemkab Cianjur, baik dalam optimalisasi pengumpulan ZIS maupun perluasan program pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat.
Asep R. Rasyid

















