PKG PAUD Kecamatan Rancaekek Gelar Amazing Race, Ajak Guru Lebih Peduli Terhadap Lingkungan

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Kegiatan Amazing Race yang digelar PKG PAUD Kecamatan Rancaekek menghadirkan kolaborasi besar pendidik PAUD dari berbagai gugus. Acara berlangsung di Dome Rancaekek, Kelurahan Rancaekek Kencana, Kabupaten Bandung, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini dibuka Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Perijinan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Dr. Hj. Iis Suryatini, M.Ag, yang hadir bersama jajaran pengawas dan penilik PAUD. Kehadiran mereka memberi semangat tambahan bagi peserta yang hari itu tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga melaksanakan misi sosial yang menjadi karakter utama kegiatan tahun ini.

Untuk memperkuat identitas lokal, panitia membawa tema “Nyukcruk Galur, Deukeut Jeng Lembur”. Tema tersebut mendorong peserta agar mengenal wilayah sekitar sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Melalui tema ini, PKG ingin menegaskan bahwa guru PAUD tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas. Mereka memegang peran penting sebagai bagian dari lingkungan sosial.

Selain berbagai tantangan fisik dan permainan kolaboratif, kegiatan Amazing Race tahun ini memuat agenda peduli lingkungan. PKG bekerja sama dengan Dinas Pertanian serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung. Panitia menyerahkan simbolis bibit pohon sebagai bagian dari program penanaman di sejumlah titik.

Dengan cara itu, kegiatan gebyar PAUD tidak hanya berorientasi pada kebersamaan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

Selain agenda lingkungan, PKG memasukkan misi sosial lain ke dalam alur permainan. Setiap tim diminta membawa dan menyerahkan alat kebersihan kepada masjid yang mereka lewati selama rute perlombaan. Langkah ini menjadi penegasan bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlaku bagi anak.

Guru juga perlu mempraktikkan nilai kepedulian, gotong royong, dan kehadiran sosial. Karena itu, kegiatan Amazing Race dirancang agar peserta memperoleh kebugaran, kegembiraan, serta pengalaman nilai kebaikan.

Dalam sambutannya, Hj. Iis Suryatini menyampaikan apresiasi terhadap kemandirian PKG Rancaekek. Menurutnya, PKG Rancaekek telah menunjukkan konsistensi dalam menghadirkan kegiatan inovatif.

“Saya memberikan apresiasi besar kepada PKG Rancaekek yang terus menghadirkan inovasi. Mereka mandiri menyelenggarakan kegiatan dan mengembangkan gagasan yang bermanfaat. Model seperti ini dapat menginspirasi kecamatan lain,” ujarnya.

Ia juga menyinggung program Jambore PAUD yang telah direncanakan pada 2026. Menurutnya, kegiatan Amazing Race dapat menjadi rujukan konsep yang dapat diperluas ke jenjang lebih besar. Melalui kolaborasi lintas lembaga, kegiatan seperti ini berpotensi mendorong kreativitas pendidik dan memperkuat jejaring kerja antarlembaga PAUD.

Iis juga menekankan peran strategis guru dalam peningkatan layanan PAUD. Ia menegaskan bahwa guru merupakan fondasi utama pembangunan pendidikan anak usia dini. Karena itu, ia mengajak pendidik PAUD untuk terus bersemangat meskipun peluang menjadi ASN di bidang PAUD masih terbatas.

Menurut Iis, pemerintah terus berupaya menambah peluang tersebut melalui pendirian TK negeri di beberapa kecamatan. Ia berharap Rancaekek dapat menjadi salah satu wilayah yang memperoleh pendirian TK negeri.

Ketua PKG PAUD Kecamatan Rancaekek, Hj. Pratiwi Bachtiar, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini mengambil pendekatan yang berbeda. Menurutnya, guru PAUD perlu hadir sebagai bagian dari masyarakat. Karena itu, PKG mengajak para pendidik agar mengenal wilayah sekitar dan memahami dinamika sosial yang terjadi.

“Guru PAUD bukan hanya mengajar di kelas. Mereka merupakan bagian dari masyarakat. Karena itu, melalui kegiatan ini kami mengajak guru agar peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa wilayah Rancaekek memiliki beberapa titik yang memerlukan perhatian. Beberapa lokasi pernah terdampak banjir. Selain itu, terdapat rumah ibadah yang membutuhkan dukungan kebersihan. Kegiatan Amazing Race menawarkan momentum yang tepat untuk mengajak pendidik memperkuat kepedulian tersebut.

Pembina PAUD Kecamatan Rancaekek, Hj. Siti Julaeha, S.Pd., menilai kegiatan PKG kali ini berkembang jauh dari kegiatan serupa di wilayah lain. Menurutnya, tidak semua kecamatan mampu melaksanakan kegiatan yang menggabungkan pendidikan, hiburan, misi sosial, dan pelestarian lingkungan.

Ia berencana menyampaikan kegiatan ini kepada kecamatan lain agar bisa diadopsi. Dengan demikian, nilai kebaikan yang tumbuh di Rancaekek dapat menyebar lebih luas.

Siti Julaeha juga berpesan kepada guru PAUD di Rancaekek agar tetap menjaga semangat. Ia memahami bahwa proses pengangkatan guru PAUD menjadi ASN menghadapi sejumlah hambatan. Namun, ia menilai program pendirian TK negeri yang disampaikan oleh Kepala Bidang PAUD membuka peluang baru pada masa mendatang.

Hal senada disampaikan Sekretaris PGRI Kabupaten Bandung, Teri Yanto, S.Pd., M.Pd. Ia mengajak guru-guru PAUD agar bergabung menjadi anggota aktif PGRI. Menurutnya, identitas profesi menjadi penting bagi pendidik.

Ia menjelaskan bahwa keanggotaan aktif memberikan akses pada berbagai kegiatan dan program PGRI. Karena itu, ia meminta organisasi mitra PAUD agar berkoordinasi untuk mendorong para guru menjadi anggota aktif.

Ketua Cabang PGRI Kecamatan Rancaekek, Drs. Japarudin Ishak, menyebutkan hampir seluruh guru dari jenjang TK hingga SMA/SMK di Rancaekek telah bergabung sebagai anggota PGRI. Menurutnya, PGRI memperjuangkan hak guru tanpa membedakan jenjang.

Karena itu, ia mengajak HIMPAUDI untuk bergabung sebagai bagian dari PGRI Kecamatan Rancaekek. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi organisasi profesi akan memperkuat posisi guru di tengah perubahan pendidikan.

Salah seorang peserta, Ade Mimin, S.Pd., dari Pos PAUD Insan Mandiri Gugus 1, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan. Ia merasa lebih mengenal wilayah Rancaekek Kencana dan melihat nilai tradisional PKG semakin menguat. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat mempererat hubungan antargugus dan meningkatkan semangat guru PAUD.

Peserta dari Gugus 5, Widia Ningrum, S.Pd., menyampaikan hal senada. Ia menilai kegiatan ini memberi pengalaman menyenangkan sekaligus menambah wawasan inovatif. Ia berharap kesejahteraan guru dapat meningkat seiring kualitas kegiatan pembinaan yang terus berkembang.

Lily Setiadarma