WartaParahyangan.com
BANDUNG – Tim Komisi B DPRD Kabupaten Bandung memastikan diri sebagai juara pertama cabang olahraga futsal pada Pekan Olahraga (POR) DPRD Kabupaten Bandung Tahun 2026.
Gelar juara tersebut diraih setelah Tim Komisi B menundukkan Tim Komisi D dengan skor 3–1 pada pertandingan final yang berlangsung di Gedung Indoor Si Jalak Harupat, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (4/2/2026).
Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung menampilkan permainan cepat dan terbuka. Intensitas laga pun terjaga hingga menit-menit akhir. Meski demikian, Tim Komisi B mampu mengendalikan permainan melalui koordinasi yang solid serta strategi yang terukur. Dengan memanfaatkan peluang secara efektif, Tim Komisi B berhasil unggul dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan tersebut memastikan Tim Komisi B meraih medali emas futsal pada POR DPRD Kabupaten Bandung 2026. Selain itu, hasil ini sekaligus mempertegas konsistensi Komisi B dalam cabang olahraga futsal, mengingat pada penyelenggaraan sebelumnya mereka juga tampil sebagai juara.
POR DPRD Kabupaten Bandung 2026 yang berlangsung selama delapan hari, mulai 26 Januari hingga 4 Februari 2026, mempertandingkan empat cabang olahraga, yakni tenis meja, futsal, bulu tangkis, dan bola voli. Seluruh pertandingan diikuti oleh komisi-komisi di lingkungan DPRD Kabupaten Bandung.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, SH., menyampaikan bahwa POR DPRD merupakan agenda tahunan yang memiliki nilai strategis bagi lembaga legislatif. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana mempererat kebersamaan antaranggota dewan.
“Cabang olahraga tenis meja, bola voli, dan bulu tangkis telah kami selesaikan sebelumnya. Futsal menjadi cabang olahraga terakhir yang kami pertandingkan,” katanya.
Renie menyebutkan, tujuan utama POR DPRD bukan sekadar menentukan pemenang, tapi lebih pada pembentukan kebersamaan dan soliditas antaranggota DPRD Kabupaten Bandung.
“Kami tidak berfokus pada siapa yang menjadi juara atau siapa yang membawa pulang piala. Yang terpenting adalah kebersamaan. Kebersamaan ini sangat penting bagi kami dalam menjalankan tugas dan fungsi kedewanan,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Dr. M. Hailuki, M.Si., mengapresiasi jalannya pertandingan final futsal yang berlangsung kompetitif dan menjunjung sportivitas. Ia menilai kemenangan Komisi B sebagai hasil dari kerja keras dan kekompakan tim.

Ia menyebutkan, secara keseluruhan Komisi B berhasil meraih dua medali emas pada POR DPRD 2026, masing-masing dari cabang bulu tangkis dan futsal. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan soliditas dan semangat kebersamaan yang terbangun di internal komisi.
Hailuki mendorong agar ke depan POR DPRD dapat mengakomodasi cabang olahraga tambahan. Langkah tersebut, menurutnya, akan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh anggota dewan.
“Mungkin ke depan kita bisa mempertimbangkan cabang olahraga lain, seperti catur atau olahraga nonfisik. Dengan begitu, teman-teman yang belum berkesempatan bermain bisa tetap berpartisipasi,” katanya.
Terkait pendanaan, Hailuki menegaskan bahwa POR DPRD Kabupaten Bandung tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Seluruh biaya operasional kegiatan berasal dari partisipasi para peserta serta dukungan sponsor.
“Kegiatan ini tidak memakai APBD. Ada iuran dari masing-masing tim, sementara hadiah utama berasal dari sponsor dan dukungan Bupati. Ini merupakan tradisi positif yang telah berlangsung sejak periode sebelumnya,” jelasnya.

Sekretaris DPRD Kabupaten Bandung, H. Yosep Nugraha, S.H., M.I.P., menjelaskan bahwa POR DPRD memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran jasmani anggota dewan. Menurutnya, kondisi fisik yang prima sangat dibutuhkan untuk menunjang kinerja lembaga legislatif.
Ia menjelaskan, beban kerja anggota dewan yang cukup tinggi menuntut kondisi jasmani yang baik. Karena itu, kegiatan olahraga menjadi salah satu sarana efektif untuk menjaga kesehatan dan stamina.
“Dengan kebugaran jasmani yang terjaga, anggota dewan diharapkan mampu menjalankan fungsi pelayanan publik secara maksimal,” katanya.
Yosep juga menilai suasana pertandingan yang berlangsung penuh kegembiraan memberikan dampak positif bagi psikologis anggota dewan. Menurutnya, momen-momen informal seperti ini mampu memperkuat sinergi dan kerja sama lintas komisi.
“Di arena olahraga, anggota dewan bisa berinteraksi lebih santai, bersendagurau, dan membangun kebersamaan. Kondisi ini secara psikologis mendorong soliditas dan sinergi dalam menjalankan tugas-tugas kedewanan,” ujar Yosep.
Lily Setiadarma

















