Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung: Industri Kerajinan Berkontribusi Besar Terhadap Pendapatan Daerah

Para peserta saat mengikuti pelatihan pengembangan kompetensi  SDM ekonomi kreatif yang bertajuk Pelatihan Bedas Edun, Bersama Bedas Ekonomi Kreatif Mendunia, di Kedai Koboy Tjipelah Rancabali , Selasa ( 28/9) — Foto: Lee

WARTAPARAHYANGAN.COM


BANDUNG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Dadang Supriatna mengatakan industri kerajinan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah dan juga penyerapan tenaga kerja.
 
“Kabupaten Bandung sendiri merupakan salah satu sentra kerajinan di Jawa Barat yang memiliki potensi bahan baku yang sangat memadai,” kata Emma dalam sambutannya terkait dengan gelar pelatihan pengembangan kompetensi SDM ekonomi kreatif yang bertajuk Pelatihan Bedas Edun, yaitu Bersama Bedas Ekonomi Kreatif Mendunia, di  Rancabali, Selasa (28/9).
 
Namun, lanjut Emma, ada beberapa kelemahan pada industri tersebut. Di antaranya, kualitas sumber daya manusia atau wirausaha dan juga tenaga kerja yang masih rendah, serta lemah dalam desain produk, kurangnya  sentuhan modern serta belum fokus pada komersialisasi produk, dan juga kurang memahami manajemen bisnis yang berdampak pada ketidakberhasilan untuk meningkatkan usaha.
 
Selanjutnya, perkembangan industri kerajinan di Kabupaten Bandung juga menghadapi beberapa kendala. Yaitu data pemetaan potensi usaha serta nilai ekonomi industri kreatif yang masih sedikit. Hal tersebut membuat strategi pengembangan yang muncul masih berjalan secara mandiri dan belum melakukan skala prioritas terhadap aspek pengembangan.

Selain itu, dengan berbagai keterbatasan akses baik akses teknologi maupun finansial yang berakibat kepada rendahnya kualitas produk yang dihasilkan.
 
“Lemah dalam desain produk, kurang kreatif, etos kerja dan produktivitas yang rendah, kurang memahami manajemen produksi dan bisnis yang berdampak ketidakberhasilan meningkatkan kapasitas usaha,” tutur Emma.
 
Oleh karena itu, kepada para pelaku UMKM, Emma berharap bisa memanfaatkan berbagai macam peluang. Apalagi, lanjutnya, saat ini perkembangan teknologi sangat pesat sebagai ruang kreatifitas.

Vena  Andriawan

Sementara itu Kabid Promosi dan Ekonomi Kreatif Disparbud Kabupaten Bandung, Vena Andriawan mengatakan di Disparbud Kabupaten Bandung ada 17 sub sektor ekraf dan tiga besarnya adalah kriya, kuliner dan fashion. Ketiga sub sektor ekraf tersebut, lanjut Vena, diberikan pelatihan agar bisa memasarkan produknya ke luar negeri.
 
“Kita mengadakan pelatihan yang diberi nama Bedas Edun, yaitu Bersama Bedas Ekonomi Kreatif Mendunia. Jadi teman-teman ekraf kita coaching tentang bagaimana memasarkan produknya ke dunia,” ujar  Vena saat ditemui di keday Koboy Tjipelah Coffee Rancabali, Selasa (28/9).
 
Dalam kegiatan pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung menggandeng salah satu platform marketplace untuk membantu para pelaku ekraf dalam hal memasarkan produk secara online melalui market place.
 
“Ada 50 orang pelaku UMKM se Kabupaten Bandung (yang mengikuti pelatihan),” katanya.
 
Usai pelatihan, para pelaku ekraf tetap akan mendapatkan bimbingan dan pendampingan sampai betul-betul mengusai tentang teknik berdagang melalui market place.
 
“Targetnya meningkatkan pendapatan para pelaku ekraf di Kabupaten Bandung khususnya untuk bidang kriya, fashion sama kuliner supaya produknya bisa lebih mudah untuk dipasarkan,” Pungkas Vena.

Lily Setiadarma





SHARE THIS: