WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pemerintah Kecamatan Rancabali menggelar rapat koordinasi (rakor) terpadu yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal di aula kantor kecamatan setempat, Jumat (27/3/2026).
Hadir dalam rakor tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para kepala desa, ketua BPD, ketua LPMD, pengurus BUMDes, ketua Koperasi Desa Merah Putih, pengurus MUI, pengelola wisata, PKK desa, hingga perwakilan organisasi perangkat daerah tingkat kecamatan.
Camat Rancabali, H. Mamet Slamet, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bandung atas capaian 67 penghargaan selama satu tahun masa jabatan periode kedua. Keberhasilan itu lahir dari kolaborasi aktif antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pengelola sektor pariwisata.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pihak untuk menjaga konsistensi kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam rakor itu juga dibahas evaluasi libur Idul Fitri. Secara khusus, peserta menekankan perlunya segera menangi sampah di sepanjang jalan dan kawasan wisata, serta penertiban pedagang kaki lima serta parkir liar, karena hal itu memicu kemacetan di sejumlah titik strategis di wilayah Rancabali.

Untuk itu, Camat Rancabali mengajak seluruh kepala desa dan pengelola wisata melaksanakan operasi bersih serentak pada Senin (30/3/2026) pagi. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan citra kawasan wisata Rancabali sebagai destinasi unggulan.
Rakor juga membahas persiapan Hari Jadi Kabupaten Bandung dan Hari Jadi Kecamatan Rancabali. Para peserta merumuskan konsep kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas, sehingga momentum peringatan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Camat juga menyampaikan dukungannya terhadap program prioritas pemerintah. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Untuk MBG, di Rancabali saat ini terdapat sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang tujuh unit di antaranya telah beroperasi, sementara dua lainnya berada di kategori 3T yang belum aktif.
Sementara KDMP, Camat menyebut pembangunan gerai baru KDMP di Desa Alamendah terus berjalan.

Dalam rakor tersebut juga ditekankan keberlanjutan inovasi KARASA atau Kecamatan Ngantor di Wilayah Desa. Program ini telah meraih peringkat ketiga inovasi daerah dan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Bandung. Dalam implementasinya, layanan hadir setiap hari di dua RW dengan dua sesi waktu, yaitu pukul 09.00–12.00 dan 13.00–16.00.
Program itu selalu disambut antusias oleh masyarakat, karena berbagai layanan yang diberikannya dapat memangkas jarak layanan yang sebelumnya cukup jauh dari kantor kecamatan.
Pada kesempatan itu, Camat Rancabali juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat. Ia mengakui masih terdapat kekurangan dalam menjalankan amanah kepemimpinannya.
Salah seorang peserta rakor, owner Dusun Stroberi , H. Uus Suryana, mengapresiasi rakor terpadu dan halal bihalal tersebut, yang dinilainya sebagai langkah positif untuk meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan antar jajaran pemerintah kecamatan, desa, BPD, dan tokoh ulama dan pengelola wisata.
“Acara halal bihalal ini sangat luar biasa, karena dengan adanya acara ini, antar pimpinan Forkopimcam dan unsur masyarakat Rancabali, semua bisa bersinergi dan menambah soliditas dalam pengabdian melayani masyarakat,” katanya.
Lily Setiadarma











