Resmikan Masjid Jami Bani Aslah, Bupati Bandung Pastikan Pembangunan Keagamaan Tetap Jadi Prioritas

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan berbagai program keagamaan di Kabupaten Bandung tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meski pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari upaya membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Insya Allah selama saya masih menjabat Bupati Bandung, kegiatan-kegiatan keagamaan akan terus dipertahankan bahkan terus ditingkatkan demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat,” ujar Bupati saat meresmikan Masjid Jami Bani Aslah di Kampung Cibolerang, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Sabtu (1/8/2026).

Salah satu program yang dipastikan tetap berjalan adalah Program Insentif atau Bisyarah Guru Ngaji. Program unggulan tersebut saat ini menjangkau sekitar 17 ribu guru ngaji di Kabupaten Bandung dengan sistem penyaluran langsung secara nontunai ke rekening penerima setiap tiga bulan.

“Guru ngaji adalah ujung tombak pembentukan akhlakul karimah. Mereka bukan hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak kepada anak-anak kita sebagai calon pemimpin masa depan,” katanya.

Dadang juga menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat berbagai program keagamaan lainnya. Di antaranya pembangunan dan rehabilitasi sarana ibadah, dukungan terhadap kegiatan pesantren, pemberian hibah bagi lembaga keagamaan, pembinaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan syiar Islam di tingkat desa maupun kecamatan.

Pemerintah daerah, kata Dadang, akan terus memperluas program beasiswa pendidikan berbasis keagamaan melalui Program BESTI (Beasiswa ti Bupati) yang memberikan kesempatan kepada santri, guru ngaji, serta masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Kita ingin pembangunan fisik berjalan, ekonomi tumbuh, tetapi pembangunan mental spiritual masyarakat juga harus semakin kuat. Karena itu program-program keagamaan tidak boleh berhenti hanya karena ada efisiensi anggaran,” ujarnya.

Lily Setiadarma