WartaParahyangan.com
BANDUNG – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2026, Obyek Wisata Kawah Putih di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, kembali menggelar Festival Barongsai dan Kesenian Daerah di lapangan seni area Kawah Putih, Senin (16/2/2026).
Menurut Direktur Utama PT Palawi Risorsis, Tedy Sumarno, festival tersebut memasuki tahun kelima penyelenggaraan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kolaborasi dengan berbagai pihak di Kabupaten Bandung.
“Kami sebagai pengelola wisata Kawah Putih mengadakan Festival Barongsai dalam rangka memperingati Imlek 2026. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi dengan teman-teman di Kabupaten Bandung. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kelima dan kami rutin melaksanakannya setiap tahun,” ujar Tedy.
Ia juga menyampaikan bahwa pengelola tidak hanya fokus pada perayaan Imlek. Dalam waktu dekat, manajemen juga menyiapkan program khusus menyambut Ramadan. Karena itu, setiap lokasi wisata di bawah pengelolaan Palawi Risorsis akan menghadirkan paket iftar Ramadan.

“Dalam paket iftar tersebut, kami tidak hanya menyuguhkan wahana wisata, tetapi juga menghadirkan kegiatan bernuansa keagamaan. Di sisi lain, kami menyiapkan promosi produk retail seperti madu Palawi dengan paket diskon Ramadan,” katanya.
Sementara itu, Camat Rancabali, Mamet Slamet, S.IP., M.Si., menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai barongsai kini telah menjadi bagian dari budaya bangsa yang berpadu dengan kearifan lokal.
“Alhamdulillah kami menyambut baik kegiatan ini. Barongsai sekarang sudah menjadi budaya bangsa. Karena itu, kolaborasi dengan budaya lokal menghadirkan bukan hanya hiburan, tetapi juga kebersamaan bagi warga dan para pelaku budaya di Kabupaten Bandung, khususnya Rancabali,” tutur Mamet.
Site Manager Objek Wisata Kawah Putih, Budi Kamal, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung meningkat signifikan selama festival berlangsung. Bahkan, area parkir terlihat penuh sejak pagi hari.

“Hari ini pengunjung sangat padat. Parkiran sudah penuh. Dengan adanya kegiatan barongsai dan kesenian daerah, daya tarik wisata meningkat. Untuk pertunjukan barongsai dan kesenian, pengunjung tidak dikenakan biaya tambahan karena sudah termasuk dalam tiket masuk,” jelas Budi.
Budi juga menyampaikan informasi terkait operasional saat Ramadan. Ia memastikan Kawah Putih tetap buka selama bulan puasa.
“Kami tetap beroperasi selama Ramadan. Biasanya jumlah pengunjung sedikit menurun karena banyak yang menjalankan ibadah puasa. Meski begitu, kami berharap tahun ini kunjungan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Site Manager Ranca Upas, Jaka Ismawijaya. Ia menilai festival ini memperkuat posisi Kawah Putih sebagai destinasi unggulan.

“Saya sangat mengapresiasi acara barongsai tahunan yang diselenggarakan di Kawah Putih. Kegiatan ini sudah berjalan lima tahun. Harapan saya, Kawah Putih semakin maju dan semakin menjadi destinasi favorit karena memiliki budaya tahunan yang kuat,” ujarnya.
Selain pertunjukan seni, manajemen juga memperkenalkan produk unggulan. Manager Bisnis Usaha Lain PT Palawi Risorsis, Sugito, menjelaskan bahwa pihaknya mengelola produk retail seperti madu Perhutani dan minyak kayu putih Perhutani.
“Madu Perhutani kami kelompokkan berdasarkan nektar bunga yang dikonsumsi lebah. Kami memiliki tiga jenis, termasuk madu klemping yang kualitasnya lebih baik. Pun karakter rasa madu berbeda-beda, ada yang cenderung asam dan khas,” terang Sugito.
Hari itu memang antusiasme pengunjung terlihat jelas. Hilda Uswah, wisatawan asal Soreang, mengaku datang bersama keluarga dan merasa beruntung bisa menyaksikan festival barongsai.

“Saya dari Soreang, dekat sebenarnya. Kebetulan datang pas ada event barongsai, jadi seru sekali. Suasananya meriah dan cuacanya juga mendukung, jadi makin nyaman,” katanya.
Dengan rangkaian pertunjukan seni, promosi produk, serta dukungan pemerintah setempat, Festival Barongsai 2026 di Kawah Putih tidak hanya menghadirkan hiburan, tapi juga memperkuat sinergi budaya, ekonomi, dan pariwisata di Kabupaten Bandung.
Pada kesempatan itu juga diberikan santunan kepada sejumlah anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial Kawah Putih.
Lily Setiadarma











