WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pesantren kilat (sanlat) Ramadan 1447 Hijriah di SDN Cingcin 1, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, ditutup dengan kegiatan santunan bagi siswa yatim dan dhuafa serta guru ngaji, di halaman SD setempat, Jumat (13/3/2026).
Kepala SDN Cingcin 1, Dra. Hj. Nuryati Suryani, M.Pd., menyampaikan terima kasih atas partisipasi siswa dan berharap kegiatan ini menjadi ladang pahala bagi mereka.
“Alhamdulillah, infaq dan sadaqah yang telah diberikan sudah disalurkan kepada 30 siswa dari kelas 1 sampai 6, serta guru ngaji yang telah berjasa memberikan bimbingan,” ujarnya.

Dalam kegiatan sanlat tersebut, SDN Cingcin 1 melibatkan 30 guru ngaji, sementara guru lainnya turut serta memberikan pendampingan. “Ada juga pemberian materi seperti pembacaan Al-Quran, hafalan doa, dan penulisan,” katanya.
Yani berharap kegiatan sanlat tersebut dapat meningkatkan akhlak para siswa dan juga meningkatkan kesadaran siswa untuk dapat melaksanakan kewajibannya, salah satunya adalah sholat lima waktu.
Sementara itu, Ketua Kemite SDN Cingcin 1, Yusup Supriatna, yang juga sebagai guru mengaji, menambahkan bahwa kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dengan guru BTQ dan guru PAI.
Materi yang diajarkan, kata Yusup, antara lain tentang pembacaan Al-Quran, dan hafalan do’a-do’a.

Yusup berpesan Agar siswa menjadi anak yang sholeh dan sholehah, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh. “Mudah-mudahan ilmu yang diberikan bermanfaat dan berlipat ganda kenikmatannya,” tambah Yusup.
Salah seorang peserta sanlat, Melisa, siswa kelas 6 , mengaku senang bisa mengikuti kegiatan sanlat di sekolahnya. “Selain mendapat banyak ilmu tentang agama, di pesantren kilat ini saya juga bisa belajar mengaji,” ujar Melisa.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah membimbingnya dalam kegiatan sanlat tersebut.
Lily Setiadarma











