WartaParahyangan.com
BANDUNG – Kantor Agraria Tatar Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bandung menyerahkan 100 sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026 kepada warga penerima manfaat PTSL di Desa Langensari, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.
Sebanyak 100 sertifikat gratis dari 300 bidang yang diajukan warga Desa Langensari itu diserahkan oleh Kepala Kantor (Kakan) ATR/BPN Kabupaten Bandung Iim Rohiman yang diwakili oleh Ketua Tim PTSL, Regi Sepriyadi dan Muhammad Rifqi, anggota Satgas Koordinator Wilayah PTSL di Desa Langensari, Rabu (17/6/2026).
Pada kesempatan itu, Regi menyampaikan terima kasih kepada Camat Solokanjeruk, Rahmatullah Mukti Prabowo dan Kepala Desa Langensari Agus Kusumah yang sudah mensukseskan program pemerintah, khususnya program pemerintah pusat.
“Ini program strategis nasional yang diamanatkan dari presiden untuk mensertifikatkan tanah sesuai dengan amanat Undang-Undang Pokok Agraria yang menyebutkan seluruh bidang tanah yang ada di seluruh Indonesia harus disertifikatkan. Di antaranya melalui program PTSL ini, khususnya di Kabupaten Bandung yang tahun ini ditargetkan 40.000 bidang,” tutur Regi.
Ia menyebutkan di Desa Langensari ditargetkan 500 bidang, dan sampai Juni ini sudah ada 300 berkas bidang tanah yang masuk ke Kantor BPN/ATR Kabupaten Bandung. “Dari 300 ini, ada sekitar 100 bidang (sertifikat) yang sudah dibagikan,” katanya.
Menurut Regu, pembelajaran dari tahun 2025 sebelumnya, berkas yang dimasukkan dan kemudian ada koreksi di antaranya luasan bidang, sehingga tahun ini belajar dari tahun sebelumnya.
“Nantinya berkas-berkas yang masuk akan disortir terlebih dahulu, dicocokan dulu antara bidang dan luas, antara pengakuan dengan hasil ukur, sehingga mendekati pemberkasan dari pemohon,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Langensari, Agus Kusumah, mengucapkan syukur atas penyerahan sertifikat tersebut.
“Alhamdulillah 100 sertifikat yang sudah diserahkan kepada warga selaku pemilik hak atas tanah, dan semuanya tidak ada yang perlu diperbaiki. Biasanya, ketika warga menerima sertifikat ada saja yang harus dikoreksi atau perbaikan. Terutama di ukuran, alhamdulillah tahun ini tidak ada koreksi. “Mudah-mudahan sertifikat tersebut membawa manfaat bagi warga penerima manfaat,” kata Agus.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kantor BPN/ATR Kabupaten Bandung yang langsung hadir perwakilannya dalam penyerahan sertifikat tersebut. “Penyerahan sertifikat ini memberikan harapan baru bagi masyarakat, karena melalui PTSL prosesnya lebih cepat,” ujarnya.

Menurutnya, proses percepatan pembuatan sertifikat tersebut merupakan instruksi pemerintah pusat melalui program strategis nasional dari Kementerian ATR/BPN, dan juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Bandung Dadang Supriatna.
“Kita juga mendapatkan support dari Pak Bupati Bandung terhadap proses usulan pembuatan sertifikat PTSL yang diterima dari warga,” ucap Kades Langensari.
Di tempat sama, Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada Kantor BPN/ATR Kabupaten Bandung yang sudah melaksanakan program PTSL ini.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat dan menjadi jawaban bagi warga masyarakat yang memerlukan kepastian hukum terkait dengan dokumen agraria pertanahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak baik dikemudian hari,” ungkapnya.
Camat Prabowo juga mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki sertifikat tanah untuk datang ke desa guna mengusulkan pemberkasannya.
“Nanti akan kita bimbing dan arahkan, karena dalam proses pembuatan sertifikat PTSL itu ada pemberkasan atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Kita juga sangat berhati-hati agar tidak menimbulkan sengketa dikemudian hari. Apalagi yang namanya pertanahan rawan sengketa,” ujar Camat.
Ia menyebutkan dari tujuh desa di Kecamatan Solokanjeruk, tercatat enam desa yang melaksanakan PTSL dengan target masing-masing 500 sertifikat tanah. Dari ke 6 desa itu, rata-rata sudah mengusulkan 300 berkas program PTSL tersebut.
“Mudah-mudahan kuota yang disampaikan BPN bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga masyarakat,” katanya.
Lily Setiadarma

















