SMPN 1 Ciwidey Gelar MPLS Ramah Anak, Tekankan Pentingnya Menjaga Disiplin dan Etika untuk Membangun Karakter

WartaParahyangan.com

BANDUNG – SMP Negeri 1 Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan upacara bendera dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak, Senin (13/7/2026).

Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut di halaman sekolah dalam suasana yang tertib, khidmat, dan penuh semangat.

Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Seluruh siswa mengenakan seragam sesuai ketentuan sekolah. Sementara 374 peserta didik baru kelas VII memakai nametag sebagai identitas selama mengikuti MPLS.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal sekolah untuk membangun budaya belajar yang disiplin, aman, dan berkarakter. Setelah upacara selesai, panitia langsung mengarahkan peserta menuju kelompok masing-masing. Selanjutnya, mereka mengikuti rangkaian MPLS sesuai jadwal yang telah disusun.

Kepala SMPN 1 Ciwidey, Ahmad Rohman Somantri.

Kepala SMPN 1 Ciwidey, Ahmad Rohman Somantri, S.Pd., M.M.Pd., menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan, meningkatkan etika dan kesantunan di lingkungan sekolah, serta mendorong siswa aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler untuk menggali potensi diri.

Menurut Ahmad, agenda MTSL bertujuan menyambut siswa baru, menyegarkan kedisiplinan dan semangat belajar siswa lama, serta menjadi langkah awal orientasi agar siswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru, dan tata tertib yang berlaku.

“Saya berharap di tahun ajaran ini seluruh siswa SMP Negeri 1 Ciwidey tidak hanya mengejar nilai akademik yang tinggi, tetapi juga membentuk karakter yang berakhlakul karimah. Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak kita. Mari kita bangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kolaboratif,” tutup Ahmad kepada wartaparahyanfan.com.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Supargiana, S.Pd., yang mengajak seluruh warga sekolah memulai tahun ajaran baru dengan semangat kebersamaan. Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah, siswa, dan orang tua.

“Tahun ajaran baru ini mari kita mulai dengan semangat baru. Jaga kekompakan antara guru, siswa, dan orang tua. Untuk adik-adik kelas VII, manfaatkan MPLS Ramah ini untuk mengenal lingkungan sekolah, teman, dan budaya positif di SMPN 1 Ciwidey,” ujarnya.

Supargiana menjelaskan pelaksanaan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 diikuti 374 peserta didik baru yang terbagi dalam 11 kelompok, mulai kelompok A hingga kelompok K. Pembagian tersebut masih bersifat sementara karena sekolah belum menetapkan rombongan belajar.

Hari pertama, kata Supargiana, diawali dengan pembukaan resmi. Setelah itu, peserta mengikuti pembinaan di ruang kelas. Berikutnya, panitia mengajak seluruh peserta mengikuti sesi materi di aula sekolah.

“Seluruh kegiatan mengusung tema MPLS Ramah Anak. Kami menekankan nilai humanis, komprehensif, partisipatif, kepentingan terbaik bagi anak, non-diskriminatif, inklusif, keadilan dan kesetaraan gender, harmonis, serta berkelanjutan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat. Seluruh guru ikut mendampingi peserta. Guru yang akan menjadi wali kelas VII juga mendampingi setiap kelompok sejak hari pertama.

Di samping itu, sekolah melibatkan pengurus OSIS sebagai pendamping lapangan. Sekolah juga menggandeng Polsek Ciwidey, Koramil, Puskesmas, serta sejumlah instansi terkait untuk memberikan materi sesuai bidang masing-masing.

“Kami berharap peserta MPLS tidak hanya mengejar nilai akademik. Kami ingin mereka membangun karakter yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” jelas Supargiana.

Sementara itu, anggota Tim Kurikulum SMPN 1 Ciwidey, Sulastri Martiyathis, S.Pd., memberikan materi tentang Wawasan Wiyata Mandala dan pengenalan kurikulum.

Menurut Sulastri, materi tersebut membantu peserta didik memahami perubahan pola belajar saat memasuki jenjang SMP. Ia menjelaskan sistem pembelajaran, jadwal pelajaran, kegiatan kokurikuler, serta berbagai pembiasaan yang menjadi budaya sekolah.

“Anak-anak perlu memahami perbedaan belajar di SMP dan SD. Di SMP mereka akan belajar bersama banyak guru mata pelajaran. Karena itu, kami mengenalkan sistem belajar sejak hari pertama agar mereka lebih siap beradaptasi,” tuturnya.

Pada waktu yang sama, guru wali Kelas IX D sekaligus anggota Bidang Kesiswaan, Hindrayoga Purnama, S.Pd., mulai membangun komunikasi dengan peserta didik kelas IX. Ia menyusun rancangan pengurus kelas sebagai langkah awal memperkuat kerja sama antarsiswa.

“Saya berharap seluruh siswa menjadi pribadi yang berprestasi. Mereka juga harus menghormati guru, membanggakan orang tua, serta menjaga nama baik SMPN 1 Ciwidey,” ujarnya.

Antusiasme peserta didik baru tampak sejak kegiatan dimulai. Salah satunya Syakira Ariqa Fatina, lulusan SDN Ciranjang 2, yang mengaku menikmati seluruh rangkaian kegiatan pada hari pertama.

“Saya senang mengikuti pra-MPLS, upacara, dan berkeliling sekolah. Lingkungan sekolahnya luas dan bagus. Terima kasih kepada bapak dan ibu guru serta kakak-kakak OSIS yang sudah membantu kami,” katanya.

Lily Setiadarma