WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pergantian tahun menurut Ustadz H. Enjang Rohimat, S.Ag., MM., yang juga Ketua Yayasan Ibadurrahman , bukanlah hal luar biasa karena sudah menjadi sunatullah.
“Yang istimewa justru ketika umat Islam mampu menjadikan momen tahun baru untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan dan memperbanyak aksi sosial,” ujar Ustadz Enjang dalam ceramahnya di Mesjid Almasum Pasirjambu, Jumat (19/6/2026).
“Perpindahan tahun itu tentunya bukan hal yang luar biasa, itu sudah sunatullah. Tapi yang paling luar biasa itu ketika kita mampu mengambil momen tahun baru ini mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif, baik keagamaan maupun urusan sosial dan lainnya,” tuturnya.
Ia mengajak umat Islam menjadikan tahun baru sebagai momentum introspeksi. Bagi yang sudah berbuat baik, minimal pertahankan. Lebih baik lagi jika di tahun baru ini bisa menargetkan amal yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Ustadz Enjang mengutip Surat At-Taubah ayat 20: “Al-ladzîna âmanû wa hâjarû wa jâhadû fî sabîlillâhi bi amwâlihim wa anfusihim a’dzamu darajatan ‘indallâh, wa ulâika humul fâizûn”.
Artinya, orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan diri mereka, memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
“Maka konsep dasarnya, orang beriman itu mesti hijrah. Dengan ini kita sebagai muslim di tahun baru ayo fastabiqul khairat untuk hijrah,” ajak Ustadz Enjang.
Aktivitas Dakwah
Ustadz Enjang yang lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu kini aktif sebagai Da’i Kamtibmas Polresta Bandung. Beberapa jadwal rutinnya antara lain di Masjid Baitul Muhaimin Polresta Bandung, Masjid Al-Hikmah Gedung Sate Pikiran Rakyat 2x setahun, Masjid PPTK Gambung Pusat Penelitian Teh dan Kina, Masjid Al-Ma’sum SPBU Pasirjambu, serta masjid-masjid lain di Kota dan Kabupaten Bandung.
Dalam usia menuju 60 tahun, ia berharap generasi muda terus menyambung estafet dakwah. “Sampaikan dari Rasulullah walau satu ayat,” pesannya mengutip hadis Ballighû ‘annî walau âyah.
“Berdakwah itu macam-macam. Mau dakwah bil hal, dakwah bil amal, lisan, atau gerakan, silakan. Tapi harus dimulai sejak sekarang. Kalau bukan kita, siapa lagi. Harus kita mulai untuk kembali menghidupkan gairah Rasulullah menyampaikan ayat-ayat Allah dan hadis-hadis Rasulullah,” katanya.
Lily Setiadarma

















