Warung Nasi Sugema, Surga Kuliner Sunda Otentik di Jalur Wisata Bandung Selatan

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Warung Nasi Sugema yang berada di Jalan Alun-alun Ciwidey, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, menjadi pilihan bagi pemburu kuliner Sunda yang ingin merasakan sensasi back to basic.

Berada di jalur wisata Bandung selatan, warung nasi dengan suasana tradisional yang tenang ini menciptakan nuansa makan yang jauh dari kesan komersial. Pengunjung akan merasa seperti menemukan rahasia kuliner lokal yang belum banyak diketahui wisatawan.

Menu yang ditawarkannya pun cukup lengkap, mulai dari nasi komplit, aneka lauk pindang, ayam bakar, hingga tumis-tumisan khas Sunda yang menjadi pelengkap sempurna. Bagi yang ingin merasakan cara makan warga lokal sehari-hari, Warung Nasi Sugema adalah jawabannya.

Pengelola RM Sugema, Tias Lasmi, menjelaskan, Warung Nasi Sugema yang di Ciwidey ini merupakan cabang kedua yang buka sejak 2012. Sedangkan cabang pertama telah ada sejak 2006 di depan Terminal Cibeureum, Ciwidey.

“Menu andalan atau best seller-nya ayam bakar, pindang ikan mas, kentang mustofa dan masakan khas Sunda lainnya,” ujar Tias kepada wartaparahyangan.com di Ciwidey, Senin (28/9/2026).

Pesanan bahkan datang dari luar kota seperti Jakarta. Pelanggan yang hendak ke villa di kawasan Ciwidey biasanya memesan terlebih dahulu, termasuk dari Pegadaian dan Pemkab Bandung.

Untuk jam operasional, Warung Sugema 2 di Alun-alun Ciwidey buka setiap hari kecuali Jumat, mulai pukul 08.00 WIB. Sementara Sugema 1 buka mulai pukul 05.30 WIB.

Nama Sugema sendiri memiliki filosofi mendalam, yakni “semoga memuaskan”, dengan konsep murah, merenah, dan nikmat. “Pengunjung biasanya sudah ramai dari pagi, bahkan sebelum masakan datang sudah ada yang menunggu,” kata Tias.

Tak hanya melayani makan di tempat, Warung Nasi Sugema juga menerima pesanan catering yang hampir setiap hari selalu ada.

Menurut Tias, kunci kemajuan usahanya adalah menjaga kepercayaan konsumen dan kualitas makanan. Dalam sehari, ayam yang habis bisa mencapai 50 kg, bahkan saat awal buka pernah mencapai 1 kuintal. Saat ini ia mempekerjakan 13 orang karyawan di dua tempat.

Awalnya Tias berjualan ikan, dan termotivasi melanjutkan usaha kuliner karena neneknya dulu juga berjualan nasi.

Lily Setiadarma