WartaParahyangan.com
BANDUNG – Pasundan Istri Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah di Gedung Dewi Sartika, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Ngaitkeun Asih, Ngarakeutkeun Tatali Wargi”. Tema ini mencerminkan semangat mempererat hubungan kekeluargaan serta menumbuhkan kasih sayang antaranggota, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Ketua Pasundan Istri Kabupaten Bandung, Hj. Rida Restuti Suryana, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan.
“Alhamdulillah, Pasundan Istri dapat melaksanakan silaturahmi sekaligus halal bihalal Idul Fitri. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan hari lahir Pasundan Istri ke-96,” ujar Rida.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini yang akan diperingati pada 21 April. Oleh karena itu, ia berharap semangat perempuan terus tumbuh dalam berbagai bidang.
“Harapannya, Pasundan Istri Kabupaten Bandung semakin mempererat silaturahmi, semakin maju, dan terus mendukung program pemerintah daerah, khususnya program Bupati Bandung,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta. Para peserta berasal dari perwakilan 13 kecamatan di Kabupaten Bandung. Selain itu, panitia menghadirkan penceramah Ustadz Ujang Sopian, S.Pd.I., dari Baleendah untuk memberikan tausiah.
Dalam tausiahnya, Ustadz Ujang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa silaturahmi memiliki nilai spiritual yang besar dalam ajaran Islam.
“Makna halal bihalal yaitu mempererat tali silaturahmi. Selain itu, Allah SWT memerintahkan umatnya untuk terus menjaga hubungan baik. Dengan silaturahmi, rezeki dapat dilapangkan dan umur dipanjangkan,” jelasnya.

Ia juga menguraikan makna tema kegiatan tersebut. Menurutnya, “ngaitkeun tali kaasih” mengandung pesan agar setiap individu saling menyayangi dan mengasihi. “Ketika kita saling mengasihi, maka kita meneladani sifat Allah, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pasundan Istri Jawa Barat, Dra. Hj. Euis Siti Julaha Sahidin, S.IP., M.B.A., mengapresiasi soliditas organisasi di Kabupaten Bandung. Ia menilai kerja sama antaranggota sudah berjalan dengan baik.
“Kerja sama silih asah, silih asuh, silih asih sudah terlihat. Ini hasil pembinaan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Euis.
Ia juga mendorong perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, perempuan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Perempuan harus cerdas, mandiri, dan mampu memanfaatkan setiap potensi yang dimiliki. Dengan begitu, perempuan bisa berkontribusi lebih besar,” tegasnya.
Selain kegiatan utama, panitia juga menghadirkan berbagai rangkaian acara pendukung. Di antaranya pemeriksaan kesehatan, penimbangan, tes darah, hingga kegiatan UMKM.

Perwakilan Pasundan Istri Cileunyi, Leni Kusmeilani, menjelaskan bahwa pihaknya menghadirkan layanan kesehatan bagi peserta. Layanan tersebut diberikan sebelum peserta memasuki area acara utama.
“Kami menyediakan penimbangan dan tes darah sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anggota,” ujarnya.
Perwakilan Pasundan Istri Solokan Jeruk, Nenden Amelia, menambahkan bahwa kegiatan semakin meriah dengan adanya fashion show dan tukar kado. “Selain halal bihalal, ada fashion show, tukar kado, serta layanan kesehatan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk mempererat silaturahmi,” katanya.
Kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. Namun juga memperkuat kolaborasi, meningkatkan kepedulian kesehatan, serta mendorong pemberdayaan perempuan di Kabupaten Bandung.
Lily Setiadarm











