Kadinsos Kabupaten Bandung Pastikan Pematangan Lahan Sekolah Rakyat Senilai Rp6,2 M di Ciwidey Berjalan Sesuai Target

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bandung, Ir. Hj. Ningning Hendasah, M.Si., memastikan proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat di Kampung Baru Sampe, Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, berjalan sesuai target.

Hal itu ditegaskan Kadinsos saat turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pengerjaan pematangan lahan untuk Sekolah Rakyat, Rabu (15/4/2026).

Langkah tersebut juga untuk memperkuat pengawasan terhadap proyek senilai Rp6,2 miliar tersebut. Karena pemerintah daerah ingin menjaga kesesuaian progres pekerjaan dengan rencana awal, baik dari sisi kualitas, waktu, maupun penggunaan anggaran.

Ningning menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan. Ia juga mengingatkan pelaksana agar menjadikan timeline sebagai acuan utama. “Kita monitoring langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan pematangan lahan Sekolah Rakyat. Kita ingin semua berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Dinas Sosial tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Pihaknya juga mulai menyiapkan calon siswa yang akan menempati sekolah tersebut pada 2027.

“Dinas Sosial menyiapkan anak-anak yang akan belajar di sini. Karena itu, timeline pembangunan harus tepat agar semua tahapan berjalan sinkron,” kata Ningning.

Ningning juga menjelaskan bahwa total lahan mencapai 7,6 hektare. Namun, tim pelaksana saat ini mengerjakan pematangan lahan seluas 5,5 hektare sebagai tahap awal.

Sedangkan terkait mekanisme rekrutmen siswa Sekolah Rakyat, Ningning menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan anak dari kelompok desil 1 dan 2, yaitu kategori miskin dan miskin ekstrem, termasuk anak putus sekolah.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Dinas Sosial menggandeng berbagai pihak, antara lain Sentra Bioso, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pendidikan, serta pendamping sosial seperti PKH, TKSK, dan KPSM. Mereka ikut terlibat dalam proses assessment.

“Kita memastikan siswa yang masuk benar-benar membutuhkan. Karena itu, kita lakukan assessment secara kolaboratif dan menyeluruh,” tegas Ningning seraya menyebutkan pematangan lahan ditargetkan rampung pada 24 Juni 2026.

Kadinsos Kabupaten Bandung, Hj. Ningning Hendasah didampingi Hanip Ahmad saat memberikan keterangan kepada wartaparahyangan.com lokasi pematangan proyek Sekolah Rakyat di Desa Lebakmuncang, Kecamaran Ciwidey, Kabupaten Bandung, Rabu (15/4/2026). Foto Lily Setiadarma

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUTR Kabupaten Bandung, Hanip Ahmad, menyebut progres fisik saat ini berada di kisaran 5 persen.

“Pekerjaan ini berupa pematangan lahan dengan metode cut and fill. Tim memotong bagian bukit dan mengisi area lereng. Secara teknis sederhana, tetapi kondisi lapangan cukup menantang,” jelasnya.

Namun demikian, Hanip mengakui cuaca menjadi kendala utama. Hujan yang turun pada siang hari kerap menghambat aktivitas pekerjaan. Meski begitu, tim pelaksana tidak tinggal diam. Mereka terus melakukan percepatan untuk mengejar ketertinggalan progres.

Tim, lanjut Hanip, terus berkoordinasi dengan kontraktor dan pengawas. Termasuk menambah jumlah alat berat dan personel di lapangan. “Saat ini, kami mengoperasikan enam unit alat berat, terdiri dari dua excavator dan empat bulldozer,” sebutnya.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Bandung.

Lily Setiadarma

Leave a Reply