WartaParahyangan.com
KOTA SUKABUMI – Anggota Komisi I DPRD Kota Sukabumi dari Partai Demokrat, Ir. Henry Slamet, menilai pemerintah pusat belum menunjukkan langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan sampah.
Hal itu disampaikan Henry saat menggelar Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 di RW 01 dan RW 08, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat (6/2/2026).
Menurut Henry, berbagai pernyataan yang disampaikan pejabat pemerintah pusat selama ini belum diiringi tindakan konkret di lapangan. Padahal persoalan sampah merupakan masalah serius yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan wacana atau janji semata.
“Penanganan sampah itu membutuhkan kerja nyata. Jangan hanya banyak bicara, tapi minim aksi,” tegas Henry di hadapan warga.
Ia mendorong pemerintah pusat agar lebih proaktif membantu daerah, khususnya melalui dukungan sarana dan prasarana seperti armada pengangkut, beko, dump truck, serta peralatan pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk penanganan sampah secara optimal.
Selain dukungan fasilitas, Henry juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Menurutnya, persoalan sampah hampir terjadi di semua daerah sehingga diperlukan kesadaran kolektif agar pengelolaannya lebih efektif dan berkelanjutan.
Henry juga menyinggung persoalan wakaf. Ia menilai hal itu kembali pada komitmen pribadi masing-masing karena wakaf merupakan bagian dari perintah agama, sehingga tidak menjadi persoalan meski kerja sama dengan pemerintah daerah telah dihentikan.
Jenal











