WartaParahyangan.com
CIANJUR – Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian membuka kegiatan bimbingan teknis (bimtek) penguatan tata kelola dan efektifitas penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan di Palace Hotel Cipanas, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, 13-15 Februari 2026 itu diikuti itu seluruh pengelola Sanggar Kreasi Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Cianjur, serta dihadiri antara lain Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin dan Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik.
Dalam sambutannya, Bupati Cianjur mengapresiasi kiprah PKBM Kabupaten Cianjur, terutama kepada para kepala sekolah atau tutor yang telah mendidik warga Cianjur. Menurutnya, PKBM merupakan garda terdepan dalam bidang pendidikan.
“Saya ucapkan terima kasih dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak ibu yang telah mendidik warga Cianjur,” kata dr. Wahyu.
Bupati meminta kepada pengelola PKBM agar terus berjuang mencetak SDM yang berdaya, dalam rangka meningkatkan pendidikan di Kabupaten Cianjur. “Saya ingin warga belajar PKBM tidak sekedar mendapatkan sertifikat, tapi dampaknya harus nyata. Ketika ada warga yang sudah lulus dari PKBM, bisa menjadi warga yang berdaya, tidak jadi beban masyarakat atau pengangguran,” ujarnya.
Ia juga berharap, lembaga PKBM Cianjur bisa menjadi lembaga yang dipercaya oleh masyarakat, dan memiliki kualitas baik serta menelurkan warga belajar yang berdaya saing, sehingga indeks pembangunan manusia di Kabupaten Cianjur akan terbantu oleh lembaga PKBM.
Oleh karena itu, kata Bupati, pihaknya siap membantu sarana dan prasarana untuk PKBM.

Sementara itu, Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik menjelaskan, FK PKBM merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang didirikan pada 29 Desember 2002 di tingkat pusat dan seterusnya membentuk FK PKBM tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Deni mengatakan, tugas FK PKBM adalah menjalin komunikasi antar PKBM, menjadi penghubung antara PKBM dan pemerintah daerah atau dinas pendidikan. Kemudian membantu menyampaikan informasi program pemerintah, mengkoordinasikan kegiatan bersama, menggelar pelatihan, seminar, bimtek dan lainnya.
Sedangkan anggota FK PKBM adalah para kepala sekolah dan pengelola PKBM dan SKB. Sementara PKBM dan SKB sendiri menyelenggarakan pendidikan non formal Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), Paket C (setara SMA), kursus dan pelatihan keterampilan pendidikan keaksaraan, dan pendidikan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Deni, sampai dengan tahun 2024, jumlah PKBM yang sudah ter-akreditasi sebanyak 83 PKBM, dan di akhir tahun 2025 bertambah menjadi 251 PKBM dari jumlah total sebanyak 369 PKBM dan 1 SKB.
“Sementara penerima Bantuan Operasional Sekolah Penyelengaraan (BOSP) sebanyak 347 lembaga yang tersebar di 32 kecamatan di Cianjur,” ujar Deni yang juga mantan Sekretaris PWI Cianjur.
Ia berharap kegiatan bimtek tersebut dapat meningkatkan tata kelola lembaga PKBM yang berkualitas, meningkatkan sumber daya manusia kepala sekolah, operator dan tutor, yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan IPM Cianjur.
Asep R. Rasyid

















