Bupati Bandung Optimistis Program Rutilahu Bisa Tercapai Target Maksimal

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, didampingi Kepala Diperkimtan Kabupaten Bandung,  H Erwin Renaldi  menyerahkan dana bantuan perbaikan Rutilahu pada acara Launching Penyerahan Buku Tabungan Masing-masing Kegiatan Perbaikan Rutilahu, Kotaku, Pisew, Pamsimas dan Sanimas, di Rumah Jabatan Bupati, Soreang, Kamis (10/6).

WARTAPARAHYANGAN.COM

BANDUNG – Bupati Bandung HM Dadang Supriatna, merasa optimis target program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) di Kabupaten Bandung bisa tercapai target dengan maksimal.

“Insyaa Alloh saya optimis walaupun kita efektifnya periode saya ini menjabat  hanya empat tahun, namun sesuai janji, target kita sebanyak 7 ribu perbaikan Rutilahu pertahun kita upayakan, sehingga target 37 ribu Rutilahu dalam empat tahun bisa tercapai,” ujar Dadang Supriatna, di Rumah Jabatan Bupati, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Kamis (10/6 ).

Menurut Dadang Supriatna yang akrab di sapa Kang DS, untuk mendorong pencapaian target perbaikan Rutilahu tersebut, pihaknya  akan melakukan lobi dan komonikasi, memohon bantuan baik ke pemerinta pusat, provinsi,  maupun dengan berbagai pihak, seperti DPR RI, serta melalui dana CSR perusahaan seperti perusahaan Energi Panas Bumi misalnya Geo Thermal Energi, termasuk BJB, serta bank lainnya.

Kang DS  mengakui, bahwa saat ini data penerima bantuan Rutilahu sudah tertib, antara data di Dinas Sosial dengan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Kepala Diperkimtan Kabupaten Bandung,  H Erwin Renaldi 

“Karena data penerima ini kadang tidak singkron, termasuk data BPS juga tidak singkron. Karena itu saya intruksikan antara Dinsos, Disdukcapil dan BPS agar datanya singkron, sehingga kita maching memberikan anggaran ini sesuai sasaran, jangan sampai doble, misalnya sudah mendapat bantuan dari kabupaten, juga dapat bantuan dari CSR, itu jangan sampai terjadi,” tuturnya.

Dikatakan Kang DS , kegiatan penyerahan buku tabungan ini tidak hanya launching saja. Namun akan terus dipantau sampai pasca pelaksanaan.
“Kadisperkimtan akan memantau langsung ke lapangan bagaiamana pelaksanaannya. Sehingga dalam hal ini penting dilakukan termasuk speknya jangan sampai kita berikan ternyata tidak sesuai spaknya, karena ini bukan program asal-asalan,” ijarnya

Bupati mengharapkan, program perbaikan Rutilahu di Kabupaten Bandung, menjadi satu program perbaikan lingkungan di masing-masing wilayah. Termasuk memperbaiki rumah menjadi layak, yang betul-betul bisa dihuni dengan baik dan sehat.

Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Diperkimtan) Kabupaten Bandung, Ir. H Erwin Renaldi, mengatakan, pihaknya tahun ini memprogramkan perbaikan Rutilahu sebanyak 4000 unit lebih.
“Dan ini cukup signifikan, namun karena dalam RPJM dituntut 7 sampai 10 ribu pertahun atau kalau empat tahun 37 ribu, kita harus bekerja keras lagi mencari sumber lain. Kita akan berkordinasin dan kolaborasi dengan berbagai pihak, dengan Pemprov Jabar dan pemerintah pusat,” kata Erwin,

Kedepan, tutur Erwin, juga akan dioptimalkan bantun pihak swandaya atau masyarakat, baik itu dunia usaha atau masyarakat.
Kaitan yang baru mengusulkan, menurut Erwin, itu bisa dicek di database, sudah masuk atau belumnya.  “Kita punya database, kita bisa lihat di sana. Kalau belum, maka akan diusulkan. Yang jelas prioritas Rutilahu saat ini mencapai 37 ribu,” ungkap Erwin.
Erwin mengakui, bahwa saat ini potensi kemiskinan di basis data terpadu, masih banyak yang perlu mendapat bantun perbaikan Rutilahu.

Soal mekanisme pengajuan perbaikan rumah, menurut Erwin, bisa melalui ke wilayahan atau dari desa yang mengusulkan serta bisa dajukan melalui Musrenbang, dan melalui mekanisme yang memungkinkan dalam penganggaran, misalnya melalui E-Pokir dewan atau yang lain.
Sedangkan besaran bantuan Rutilahu, total sebesar Rp 17,5  juta (minus pajak), yang terbagi atas material, upah serta biaya operasional. “Pemberian bantuan anggarannya, itu simboliknya tadi lewat buku tabungan BJB (melalui rekening BJB),” pungkas H. Erwin.

Lily Setiadarma