Pemilihan Ketua OSIS SMPN 2 Ciwidey, Pembelajaran Demokrasi yang Kontekstual bagi Siswa

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Suasana demokrasi terasa kuat di halaman SMP Negeri 2 Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Kamis (22/1/2026). Seluruh siswa mengikuti pemilihan ketua OSIS masa bakti 2026–2027 yang dikemas dalam tema “Pesta Pora Suara: Merayakan Perbedaan dalam Satu Pilihan”.

Para siswa tampak antusias menggunakan hak pilih mereka. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin sekolah. Namun juga menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang nyata dan kontekstual bagi peserta didik.

Melalui pemilihan ketua OSIS, sekolah mendorong siswa untuk mengenal proses demokrasi sejak dini. Selain itu, kegiatan ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab, serta sikap menghargai perbedaan pendapat.

Sebelumnya, Tim Kesiswaan SMPN 2 Ciwidey telah melakukan proses seleksi secara ketat. Proses tersebut meliputi tes tulis dan wawancara. Dari tahapan itu, sekolah menetapkan empat pasangan calon terbaik yang dinilai memiliki dedikasi dan komitmen tinggi.

Keempat pasangan calon tersebut kemudian mengikuti rangkaian kegiatan lanjutan. Salah satunya adalah debat visi dan misi yang disaksikan langsung oleh siswa dan guru. Melalui debat ini, siswa diajak menilai gagasan, program, serta cara berpikir para calon pemimpin mereka.

Kepala SMPN 2 Ciwidey, Deti Jubaedah, S.Pd., M.M.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Setiono, S.Pd., menegaskan bahwa pemilihan OSIS memiliki nilai pendidikan yang sangat penting.

“Pemilihan ketua OSIS ini merupakan kegiatan yang berkaitan langsung dengan pendidikan demokrasi. Dengan kegiatan ini, siswa memahami bagaimana proses demokrasi berjalan,” ujar Setiono.

Ia menambahkan, pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga bagi siswa di masa depan. “Kelak, ketika mereka terjun ke masyarakat, bahkan menjadi pejabat atau wakil rakyat, mereka sudah memiliki gambaran tentang demokrasi,” jelasnya.

Sementara itu, Pembina OSIS SMPN 2 Ciwidey, Nia Nuraeni, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan Kurikulum Merdeka. Menurutnya, pemilihan OSIS masuk dalam kegiatan kokurikuler berbasis proyek.

“Hari ini kami melaksanakan debat visi dan misi antar pasangan calon. Kegiatan ini menjadi bagian dari proyek kokurikuler di SMPN 2 Ciwidey,” kata Nia.

Ia menyampaikan bahwa proyek tersebut mengusung tema Pesta Pora Suara. Tema ini menekankan pentingnya merayakan perbedaan dalam satu pilihan bersama. “Harapan kami, melalui kegiatan ini, sekolah dapat melahirkan calon pemimpin OSIS yang lebih baik dari periode sebelumnya,” ujarnya.

Antusiasme juga datang dari siswa. Kainino Hamdani, siswa kelas VII B, menyampaikan harapannya terhadap pemimpin OSIS yang baru. “Harapan kami, ketua OSIS yang terpilih nanti bisa membuat sekolah menjadi lebih baik,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Ciwidey menegaskan komitmennya dalam membangun budaya sekolah yang demokratis, inklusif, dan partisipatif, sehingga siswa tidak hanya belajar di kelas, namun juga belajar menjadi warga yang bertanggung jawab sejak dini.

Lily Setiadarma