Diisi Penyaluran Santunan bagi Anak Yatim dan Dhuafa, MI Ibadurrohman Tutup Kegiatan Pesantren Ramadan

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ibadurrohman menutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Kampung Papakmanggu RT 01 RW 13, Desa Cibodas, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Sabtu (14/3/2026).

Penutupan pesantren tersebut diawali dengan kegiatan salah Dhuha berjamaah yang diikuti ratusan siswa madrasah tersebut. Setelah itu, para siswa melaksanakan kegiatan tadarus Al-Qur’an bersama guru dan pembimbing, dilanjutkan dengan tausyiah keagamaan yang intinya mengajak siswa memperkuat pemahaman tentang nilai ibadah di bulan suci Ramadan.

Pihak madrasah juga memberikan apresiasi kepada siswa yang menunjukkan semangat tinggi selama mengikuti pesantren Ramadan. Panitia memilih sejumlah siswa sebagai penerima penghargaan “Bintang Ramadan”.

Pemilihan “Bintang Ramadan” yang mencakup perwakilan siswa dari kelas 1, kelas 3, dan kelas 6 itu diharapkan memotivasi siswa lain agar lebih aktif mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah.

Kegiatan penutupan pesantren pun semakin semarak ketika sejumlah alumni MI Ibadurrohman hadir untuk berbagi pengalaman. Para alumni memberikan motivasi kepada adik-adik kelas tentang pentingnya pendidikan dan ketekunan belajar.

Kepala MI Ibadurrohman, Rosita Wati, S.Pd.I., menjelaskan bahwa Pesantren Ramadan menjadi agenda rutin yang terus memperkuat pendidikan karakter siswa.

“Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan penutupan Pesantren Ramadan dengan kegiatan Salat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta motivasi dari para alumni Ibadurrohman yang saat ini menempuh pendidikan di pesantren maupun lembaga pendidikan lain,” ujar Rosita Wati.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menandai akhir aktivitas belajar menjelang libur Idul Fitri.

“Mulai hari Sabtu ini kegiatan belajar mengajar kami akhiri sementara. Insyaallah siswa akan kembali masuk sekolah pada awal April. Meski memasuki masa libur, kami tetap mengingatkan anak-anak agar terus belajar di rumah dengan pendampingan orang tua,” katanya.

Wati menambahkan bahwa para guru tetap memantau perkembangan belajar siswa melalui komunikasi di grup WhatsApp kelas.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ibadurrohman, H. Enjang Rohimat S.Ag., MM., menjelaskan bahwa Pesantren Ramadan berlangsung selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Maret 2026.

“Sejak awal kegiatan kami mengawali program dengan Salat Dhuha bersama, kemudian tadarus Al-Qur’an, tausyiah keagamaan, pemilihan Bintang Ramadan, serta pembagian hadiah untuk para santriwan dan santriwati,” jelas Enjang.

Selain itu, yayasan juga menghadirkan alumni yang berhasil meraih prestasi pendidikan untuk memberikan inspirasi kepada para siswa. “Alhamdulillah hari ini hadir Neng Shafa Sahdillah Nayraisa yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. Juga hadir Neng Nayla Azizah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz,” ungkapnya.

Pada penutupan kegiatan pesantren itu, yayasan juga menggelar program santunan bagi anak yatim, kaum dhuafa, dan warga lanjut usia. Program sosial ini rutin berlangsung setiap tahun sebagai bagian dari kepedulian lembaga terhadap masyarakat sekitar.

“Lembaga Ibadurrohman berdiri sejak 23 Desember 2002. Selama sepuluh tahun terakhir kami rutin mengadakan santunan bagi anak yatim, piatu, serta masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan Pasirjambu,” kata Enjang.

Para penerima santunan berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Desa Mekarsari, Desa Cibodas, dan Desa Cukanggenteng. Bahkan ada juga yang berasal dari Pengalengan, Naringgul di Cianjur Selatan, hingga Cibogo di Subang.

“Untuk santunan tahun ini, tahap pertama menjangkau 45 penerima. Hari ini kami mengundang sekitar 100 penerima, dan kegiatan akan berlanjut hingga 16 atau 17 Maret sebagai tahap akhir,” ujar Enjang seraya menyebutkan, paket santunan itu berisi sembako dan uang kadeudeuh.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang selama ini memberikan bantuan dan perhatian. “Khususnya kepada keluarga Ibu Kusumah Handi Rismantoyo, serta Bapak Ir. Erlangga dan Ibu Monika, Jakarta, yang rutin setiap tahun memberikan bantuan kepada yayasan,” katanya.

Salah seorang siswa kelas 6 MI Ibadurrohman, Bunga Fania, mengaku merasa senang mengikuti kegiatan pesantren Ramadan bersama teman-temannya. Selama kegiatan Pesantren Ramadan saya belajar tentang Lailatul Qadar, Nuzulul Quran, dan zakat fitrah,” ujarnya.

Di sisi lain, warga RW 13 Kampung Papakmanggu, Rohmat Maulana, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan sosial yang digelar yayasan. “Alhamdulillah kegiatan ini mempererat silaturahmi warga. Kami juga sangat berterima kasih kepada Yayasan Ibadurrohman yang telah membantu anak-anak yatim dan masyarakat kurang mampu,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut terus berlanjut dan membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Lily Setiadarma

Leave a Reply