Fenomena Langka di Kawah Putih: Air Menyusut 50 Persen, Dasar Kawah Jadi Spot Foto Eksotis

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Musim kemarau panjang membawa pemandangan tak biasa di objek wisata Kawah Putih, Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Danau kawah vulkanik yang identik dengan air hijau toska itu kini menyusut drastis hingga 40-50 persen. Tepian kawah yang biasanya terendam, kini berubah menjadi hamparan tanah retak-retak berpadu dengan batuan kapur putih kekuningan.

Namun, penyusutan tersebut justru menjadi daya tarik baru. Wisatawan berbondong-bondong memanfaatkan momen langka tersebut untuk mengeksplorasi dasar kawah dan berswafoto dengan latar yang tak pernah muncul di musim hujan.

Site Manager Kawah Putih, Budi Kamal, mencatat lonjakan kunjungan di akhir pekan. “Untuk di akhir pekan jumlah pengunjung hari ini 1.600 orang. Surutnya danau akibat kemarau berkepanjangan,” ujar Budi Kamal kepada wartaparahyanga.com, Minggu (4/10/2026).

Site Manager objek wisata Kawah Putih, Budi Kamal.

Di tengah kondisi tersebut, Rooftop Sunan Ibu menjadi alternatif favorit. Wahana di ketinggian ini menawarkan panorama Kawah Putih secara utuh dari atas, lengkap dengan area parkir luas dan jalur tracking yang melintasi dua ekosistem berbeda: kebun teh dan hutan.

“Rooftop Sunan Ibu tak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara. Spot ini menjadi favorit untuk melihat langsung keindahan Danau Kawah Putih dari ketinggian,” katanya.

Bahkan, spot ini diklaim sebagai spot sunrise terbaik di Bandung saat ini. “Spot baru di Kawah Putih ini merupakan spot sunrise terbaik di Bandung. Di sini ada pemandangan yang luar biasa dan suasana yang tak terlupakan,” ujar Budi Kamal.

Lily Setiadarma