Hadiri Peringatan HPSN 2026, Wali Kota Sukabumi Sebut Program dan Kebijakan yang tidak Produktif Juga Sampah

WartaParahyangan.com

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menekankan bahwa makna sampah tidak sebatas limbah fisik. Ia menyebut program dan kebijakan yang tidak memberi manfaat nyata juga merupakan bentuk sampah yang harus dihentikan.

Hal itu disampaikan Wali Kota saat memimpin upacara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Senin (23/2/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, para asisten daerah, staf ahli, Kepala Badan Bappeda Kota Sukabumi Hasan Ashari, serta sejumlah kepala perangkat daerah dan para camat.

“HPSN jangan dimaknai sekadar bersih-bersih. Program yang tidak produktif, kebijakan yang tidak efektif, itu juga sampah,” tegasnya.

Menurut Ayep Zaki, pembangunan daerah harus berorientasi hasil dan dampak. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi kegiatan atau proyek yang berujung pemborosan. “Gedung yang tak termanfaatkan, kegiatan tanpa dampak, itu sampah pembangunan. Semua harus dievaluasi,” ujarnya.

Ayep Zaki juga menyoroti peran strategis APBD. Ia menegaskan bahwa anggaran harus dikelola secara disiplin dan produktif. “APBD tidak boleh melahirkan sampah birokrasi. Setiap rupiah harus menghasilkan nilai tambah,” kata Wali Kota.

Ia menyebut APBD Kota Sukabumi 2026 sebesar Rp1,175 triliun, dengan target naik menjadi Rp1,4 triliun pada 2027. PAD 2026 ditargetkan Rp650 miliar sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, Yelly Yumaeli.

Meski demikian, APBD 2026 masih menghadapi defisit Rp142,384 miliar akibat penurunan DBH dan DAU. Ayep Zaki menilai kondisi tersebut harus dijawab dengan inovasi dan efisiensi. “Defisit bukan alasan stagnan. Ini tantangan untuk bekerja lebih kreatif dan efektif,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Pemkot Sukabumi menyerahkan tujuh unit Motor Sampah (Mosam) kepada camat se-Kota Sukabumi. Armada tersebut diharapkan mempercepat layanan pengumpulan sampah di tingkat kewilayahan.

“Mosam ini simbol penguatan layanan kebersihan. Pengelolaan sampah harus lebih cepat dan efisien,” kata Ayep Zaki.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Yelly Yumaeli, menjelaskan bahwa HPSN berangkat dari tragedi longsornya TPA Leuwigajah yang menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

“HPSN mengingatkan masyarakat agar mulai memilah sampah. Sampah organik bisa jadi kompos, dan sampah anorganik bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya.

DLH juga mendorong masyarakat menggiatkan korve kebersihan sebagaimana diimbau Prabowo Subianto. Ke depan, fungsi TPS3R ditargetkan semakin optimal untuk menekan volume residu ke TPA.

Jenal