WartaParahyangan.com
KOTA SUKABUMI – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) Madrasah Diniyah (MD) Nurul Hidayah ke-32 yang dirangkaikan dengan Harlah Majelis Taklim ke-40, TKI ke-26, PAUD ke-26, PAUDAU ke-6, serta acara pelepasan santri.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan RW 06 Kelurahan Citamiang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi tersebut mendapat sambutan antusias dari para orang tua dan masyarakat.
Kepala Madrasah Diniyah Nurul Hidayah, Abdurojak, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Minggu (21/6/2026). “Alhamdulillah acara berlangsung lancar tanpa hambatan. Guru-guru, para siswa dan orang tua terlihat sangat bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 14 siswa dan siswi resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan di Madrasah Diniyah Nurul Hidayah. Ia optimistis para lulusan mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di jenjang pendidikan selanjutnya, terutama dalam bidang keagamaan.

Menurutnya, keberadaan madrasah diniyah semakin mendapat perhatian setelah adanya persyaratan ijazah diniyah sebagai salah satu syarat masuk ke jenjang SMP di Kota Sukabumi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas kebijakan yang mensyaratkan ijazah diniyah untuk masuk SMP. Hal ini menjadi motivasi bagi masyarakat agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan agama yang memadai melalui madrasah diniyah,” katanya.
Dalam bidang prestasi, MD Nurul Hidayah dikenal sebagai salah satu madrasah yang konsisten menorehkan prestasi pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin), khususnya cabang Lomba Cerdas Cermat (LCC).
“Selama belasan tahun kami selalu meraih prestasi pada Porsadin tingkat Kota Sukabumi. Bahkan pernah berprestasi hingga tingkat provinsi. Insya Allah pada September mendatang kami kembali dipercaya mewakili Kota Sukabumi di tingkat provinsi,” ungkap Abdurojak.
Selain LCC, madrasah tersebut juga pernah meraih prestasi pada cabang kaligrafi, pidato bahasa Arab, dan pidato bahasa Indonesia. Namun untuk tahun ini pembinaan difokuskan pada cabang LCC agar hasil yang dicapai lebih maksimal.

Sementara itu, Lurah Citamiang, Dorry, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara pelepasan yang berjalan tertib dan lancar. Ia berharap para lulusan mampu melanjutkan prestasi dan membawa nama baik almamaternya di jenjang pendidikan berikutnya.
“Semoga 14 siswa dan siswi yang dilepas hari ini dapat meraih prestasi yang lebih baik dan membawa harum nama Madrasah Diniyah Nurul Hidayah di mana pun mereka melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Dorry, kurikulum yang diterapkan di madrasah diniyah memiliki keunggulan karena memberikan porsi besar pada pendidikan agama dan pembentukan karakter peserta didik. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan madrasah diniyah sebagai sarana pendidikan keagamaan bagi anak-anak.
“Madrasah diniyah sangat penting untuk membekali generasi muda dengan ilmu agama. Terlebih saat ini ijazah diniyah juga menjadi salah satu syarat masuk ke SMP, sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” katanya.
Jenal

















