Kelurahan Kebonjati Berkomitmen Realisasikan Pembangunan Infrastruktur dan Layanan Sosial 

WartaParahyangan.com

KOTA SUKABUMI – Pemerintah Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, terus mematangkan berbagai program pembangunan yang akan direalisasikan sepanjang 2026.

Selama semester pertama, perhatian pemerintah kelurahan tidak hanya tertuju pada persiapan pembangunan infrastruktur melalui Program Pembangunan Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), tetapi juga memastikan pelayanan sosial kepada masyarakat berjalan optimal.

Lurah Kebonjati, Yunan Ananda, mengatakan saat ini pelaksanaan P2RW masih berada pada tahap awal berupa penjaringan aspirasi masyarakat. Seluruh usulan pembangunan tengah dihimpun melalui RT dan RW, sekaligus disertai sosialisasi mengenai penyusunan proposal kegiatan agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.

Di luar agenda pembangunan fisik, Kelurahan Kebonjati juga disibukkan dengan berbagai kegiatan pelayanan masyarakat, mulai dari pendataan calon penerima bantuan, penyaluran bantuan pangan, hingga distribusi berbagai program bantuan sosial dari pemerintah.

Yunan menjelaskan, penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta bantuan pangan telah terlaksana sesuai tahapan. Selain itu, pemerintah kelurahan juga telah menyalurkan insentif kepada anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), serta para ketua RT dan RW.

“Alhamdulillah untuk bantuan pangan sudah selesai disalurkan. Pendataan dan penyaluran PKH maupun BPNT juga sudah berjalan. Begitu pula insentif Linmas serta ketua RT dan RW telah kami salurkan,” kata Yunan di kantornya, Senin (6/7/2026).

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa program yang belum dapat direalisasikan sepenuhnya, terutama penyaluran insentif bagi kader Posyandu, guru ngaji, dan marbot yang masih menunggu proses administrasi.

Menurut Yunan, penyelesaian program tersebut menjadi salah satu target yang akan segera dituntaskan agar seluruh penerima memperoleh haknya.

Terkait pembangunan fisik, usulan yang paling banyak disampaikan masyarakat pada P2RW tahun 2026 masih berkaitan dengan perbaikan jalan lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dasar masih cukup tinggi.

Ia berharap pembangunan jalan nantinya diikuti dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan agar usia manfaat infrastruktur menjadi lebih panjang.

Selain usulan jalan lingkungan, Pemerintah Kelurahan Kebonjati juga mengajukan sejumlah program prioritas melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Salah satunya adalah pembangunan gedung kantor kelurahan yang dinilai sudah tidak lagi representatif karena mengalami sejumlah kerusakan.

Tak hanya itu, kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih juga menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Karena itu, pembangunan sumur artesis di beberapa titik diusulkan agar masuk dalam prioritas pembangunan pemerintah daerah.

“Kami berharap usulan pembangunan gedung kelurahan bisa mendapat perhatian karena kondisinya sudah cukup banyak mengalami kerusakan. Juga pembangunan sumur artesis atau fasilitas air bersih, sangat dibutuhkan masyarakat di beberapa wilayah,” katanya.

Jenal