WartaParahyangan.com
BANDUNG – Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat, Ahmad Najib Qodratullah, optimistis program “Jabar 100 Persen” dapat dicapai pada Pemilu 2029. Program ini merujuk pada capaian 100 persen dari target kursi PAN baik di DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota di Jawa Barat pada Pemilu mendatang.
Menurut Najib, target tersebut merupakan hal wajar bagi setiap partai politik yang ingin memperluas representasi.
“Target 100 persen meraih kursi tiap Dapil itu sesuatu yang wajar. Semua partai politik seperti itu. Tapi untuk PAN, kami optimistis ‘Jabar 100 Persen’ bisa diwujudkan lewat kerja politik yang terukur dan menyentuh masyarakat di seluruh daerah,” ujar Najib di sela-sela Pelantikan Relawan dan Rapat Kerja Daerah DPD PAN se-Kabupaten Bandung, di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (7/7/2026 ).

Ia menekankan, capaian itu harus disikapi secara realistis. Saat ini PAN Jabar baru memiliki tujuh kursi di DPRD Provinsi dari target 15 kursi. Meski belum mencapai setengah target, Najib menilai peluang menambah perolehan masih terbuka lebar.
“Kita realistis melihat posisi sekarang. Tapi dengan konsolidasi organisasi yang makin solid dan program keliling ke berbagai wilayah di Jabar, saya yakin tujuh kursi ini bisa kita tingkatkan,” jelasnya.
Najib juga mengingatkan sejarah PAN di parlemen provinsi. Sebelumnya partai berlambang matahari terbit itu pernah memiliki lima kursi di DPRD Jawa Barat. Pengalaman itu, kata dia, menjadi motivasi untuk kembali mendongkrak perolehan kursi.

Pelantikan relawan dan Rakerda yang digelar DPD PAN Kabupaten Bandung ini menjadi bagian dari rangkaian pemanasan mesin partai di wilayah. Fokusnya menguatkan struktur hingga tingkat ranting dan menyiapkan kader untuk turun langsung menyerap aspirasi warga.
“Kerja kita sekarang bukan lagi menunggu. Harus jemput bola, hadir di tengah masyarakat, dan pastikan PAN dirasakan manfaatnya,” ujar Najib.
Dengan 15 kursi sebagai target di DPRD Provinsi, DPW PAN Jabar berharap bisa memperkuat posisi tawar partai dalam pengambilan kebijakan daerah sekaligus memperbesar peluang di pemilu legislatif berikutnya.
Lily Setiadarma











