Kerja Sama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, LKP Yani 20 Buka Program Pelatihan Menjahit dan Tata Busana

WartaParahyangan.com

BANDUNG – Pemerintah terus memperluas akses pelatihan vokasi agar masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. Salah satunya terlihat dari Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang dibuka oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Yani 20 di Jln. Raya Pacet RT 01/RW 11, Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Kegiatan pembukaan program yang berlangsung Senin (3/11/2025) dengan berfokus pada pelatihan menjahit dan tata busana sebanyak 200 jam pelajaran (JP). Melalui program ini, peserta diharapkan mampu menguasai keterampilan praktis yang bisa langsung digunakan untuk bekerja maupun membuka usaha.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara LKP Yani 20 dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Ditjen Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti bahwa lembaga kursus di daerah memiliki potensi besar dalam mencetak tenaga terampil.

Sebanyak 25 peserta resmi mengikuti pelatihan selama satu bulan. Mereka belajar mulai dari pengenalan mesin jahit hingga teknik produksi pakaian siap pakai. Selama prosesnya, tiga instruktur profesional mendampingi dan menilai setiap perkembangan peserta agar hasil pelatihan optimal.

Plt. Kepala Bidang PNF/Kesetaraan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Agus Deni, M.Pd., hadir langsung pada acara pembukaan tersebut. Ia menegaskan pentingnya peran lembaga pelatihan dalam menekan angka pengangguran.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan di LKP Yani 20. Lembaga ini telah lama aktif dan terbukti konsisten mencetak tenaga kerja siap pakai. Tidak heran bila vokasi pusat memberi kepercayaan besar kepada mereka,” ujar Agus Deni.

Ia menyebutkan bahwa kuota program PKK di Indonesia sangat terbatas. Namun, LKP Yani mampu menembus seleksi berkat komitmen dan rekam jejak yang baik. “Kami berharap LKP Yani terus berinovasi. Program ini harus menjadi contoh bagi lembaga lain agar bisa membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Menurut Agus, pelatihan seperti ini memberi dampak langsung. “Dengan keterampilan menjahit, peserta tidak hanya bisa bekerja di pabrik, tetapi juga berpeluang membuka usaha mandiri. Inilah tujuan utama pendidikan vokasi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LKP Yani 20, Linda Nurjanah, menyampaikan bahwa pembukaan program ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kualitas SDM di wilayah Ciparay.

“Untuk kegiatan kali ini, kami melibatkan 25 peserta. Mereka akan belajar intensif selama satu bulan penuh. Tiga instruktur akan membimbing peserta dari nol sampai benar-benar mahir,” kata Linda.

Menurut Linda, pelatihan ini membuka kesempatan besar bagi masyarakat yang ingin memiliki keterampilan praktis. “Kami berharap pemerintah terus mendukung lembaga seperti kami. Tujuan kami sederhana: membantu masyarakat agar mampu bekerja dan mandiri,” ujarnya.

Ketua LKP Yani 20 , Linda Nurjanah, saat mengenalkan mesin jahit yang akan digunakan peserta. Foto Lily Setiadarma

Penilik Kursus Kecamatan Ciparay, Hj. Leli Susilawati, S.Pd., M.Pd., turut memberikan semangat kepada para peserta. Ia menilai, pelatihan keterampilan busana memiliki peluang kerja yang terus tumbuh.

“Saya berpesan kepada peserta agar tetap bersemangat dan menjaga kesehatan. Semua ilmu yang diperoleh di sini akan menjadi bekal penting untuk masa depan,” ujar Leli.

Ia menekankan bahwa dunia busana tidak pernah surut. “Industri ini selalu hidup. Dengan keterampilan menjahit, peserta bisa langsung berkarya di masyarakat. Mereka dapat membuka usaha sendiri atau bergabung dengan industri garmen,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur LKP Yani Pusat, Rd. Dadang Somaria Kusumah, SE., mengapresiasi sinergi semua pihak. Ia menilai kerja sama antara pemerintah dan lembaga pelatihan perlu terus diperkuat agar manfaat program semakin luas.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah dan seluruh stakeholder. Program ini membuktikan komitmen kami dalam meningkatkan kualitas SDM dan mengurangi pengangguran,” kata Dadang.

Menurut Dadang, antusiasme masyarakat terhadap pelatihan cukup tinggi. “Banyak yang ingin ikut, tetapi kuota masih terbatas. Kami berharap tahun depan jatah peserta bisa bertambah, sehingga lebih banyak warga yang mendapat kesempatan belajar,” katanya.

Sementara itu, Elsa Mira Maharani, peserta asal Desa Cikoneng, merasa bangga bisa ikut pelatihan ini. “Saya senang sekali bisa belajar menjahit di LKP Yani 20. Sekarang saya punya keterampilan baru yang bisa membuka peluang kerja,” ujarnya.

Elsa juga berharap agar lembaga ini terus berkembang. “Semoga LKP Yani 20 makin maju dan tetap membantu masyarakat yang ingin punya kemampuan kerja,” tambahnya penuh semangat.

Pelatihan PKK di LKP Yani 20 tidak hanya fokus pada keterampilan teknis. Para peserta juga belajar tentang disiplin kerja, etika, dan manajemen waktu. Dengan kombinasi materi itu, peserta diharapkan siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha.

Melalui pelatihan ini, LKP Yani 20 Ciparay berkomitmen menjadi lembaga yang terus melahirkan tenaga kerja terampil, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan industri kreatif yang terus berkembang.

Lily Setiadarma

News Feed